Connect with us

EKBIS

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18.000

Aktualitas.id -

Ilustrasi,, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (15/10/2026). Mata uang Garuda melemah setelah dolar AS mendapat dorongan dari rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.948 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 45 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.903 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan kurs rupiah berada di kisaran Rp17.893 per dolar AS pada waktu yang sama.

Pelemahan ini menegaskan tekanan yang masih membayangi mata uang domestik di tengah menguatnya dolar AS di pasar global. Kenaikan inflasi AS memicu ekspektasi bahwa kebijakan moneter Negeri Paman Sam akan tetap ketat, sehingga mendorong arus dana menuju aset berbasis dolar.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang menunjukkan tren yang beragam. Sejumlah mata uang justru berhasil menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan hingga 0,40 persen, disusul baht Thailand yang naik 0,25 persen dan dolar Singapura yang menguat 0,23 persen.

Yuan China turut mencatat kenaikan 0,06 persen, sedangkan ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong masing-masing menguat tipis sebesar 0,01 persen. Rupee India juga bergerak positif dengan kenaikan 0,13 persen.

Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terdepresiasi hingga 0,73 persen. Peso Filipina juga berada di zona merah dengan penurunan sekitar 0,34 persen.

Untuk kelompok mata uang utama dunia, euro Eropa menguat 0,45 persen terhadap dolar AS. Pound sterling Inggris naik 0,29 persen, sementara franc Swiss melesat 0,62 persen. Di sisi lain, dolar Australia terkoreksi 0,33 persen dan dolar Kanada melemah tipis 0,01 persen.

Tekanan terhadap rupiah yang kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS diperkirakan akan menjadi perhatian pelaku pasar. Investor kini menantikan berbagai indikator ekonomi global berikutnya yang berpotensi menentukan arah pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version