Connect with us

DUNIA

Hacker Bajak Kulkas Supermarket Prancis Disulap Jadi Oven

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Serangan siber kini berevolusi dari sekadar mencuri data menjadi perusak dunia fisik. Di Prancis, peretas sukses mengambil alih sistem pendingin ratusan supermarket, memanipulasi lemari es dan freezer hingga mencapai suhu 50 derajat Celsius. Akibatnya, ton-ton makanan segar membusuk, produk beku mencair, dan beberapa lokasi bahkan dilaporkan mengalami kebakaran akibat mesin yang dipaksa bekerja di luar batas.

Skala serangan ini sangat masif dan menghantam raksasa ritel makanan Prancis. Sebanyak 150 hingga 200 toko Intermarché, hampir 100 gerai Coopérative U, dan 80 cabang Carrefour menjadi korban. Suhu perangkat pendingin dipaksa naik secara ekstrem dari jarak jauh selama enam jam pada malam hari. Di sebuah cabang dekat Bordeaux, freezer mendadak memanas hingga 50 derajat Celsius, membuat pengelola toko menelan kerugian sekitar 20 ribu euro hanya dari stok yang terpaksa dibuang demi menghindari risiko sanitasi dan kesehatan konsumen.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu langsung menginstruksikan badan keamanan siber nasional (ANSSI) untuk turun tangan. Jaksa Paris menetapkan insiden ini sebagai serangan berskala besar terhadap Operational Technology (OT).

Berdasarkan temuan awal, celah keamanan ini diduga kuat berasal dari perangkat lunak pengendali suhu jarak jauh buatan perusahaan teknologi Denmark, Danfoss. Pihak Danfoss mengakui adanya insiden ini dan menyebut sistem yang diretas beroperasi menggunakan firmware lawas yang belum diperbarui.

Kecurigaan ini sejalan dengan peringatan yang diterbitkan oleh tim peneliti keamanan Claroty pada Agustus 2026. Mereka menemukan celah fatal pada platform pengendali pendingin Danfoss AK-SM 800A, perangkat yang lazim dipakai untuk mengelola infrastruktur pendingin terpusat di berbagai fasilitas komersial.

Insiden Prancis ini membuktikan bahaya mematikan dari sistem yang terhubung penuh ke internet. Kemudahan teknisi memantau alarm dan konsumsi energi dari jarak jauh kini menjadi pintu masuk bagi peretas untuk mengeksekusi manipulasi fisik.

Kekacauan ini juga memicu kepanikan lintas batas. Jaringan ritel raksasa Belanda, Ahold Delhaize, di saat yang sama terpaksa mematikan sejumlah sistemnya akibat masalah keamanan siber, meski penyelidik masih mencari bukti apakah kedua serangan ini saling berkaitan.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi industri ritel global. Tanpa perlu mencuri satu kilogram makanan atau menuntut uang tebusan secara terang-terangan, peretas telah menunjukkan bahwa satu baris perintah digital mampu menciptakan bencana fisik bernilai ratusan juta rupiah hanya dalam semalam. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version