Connect with us

DUNIA

Prancis Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Prancis melaporkan kasus kematian pertama di dunia akibat infeksi virus Shamonda pada manusia. Temuan ini langsung menarik perhatian komunitas kesehatan internasional karena selama puluhan tahun virus tersebut diyakini hanya menyerang hewan dan belum pernah terdokumentasi menginfeksi manusia.

Kasus tersebut diumumkan pemerintah Prancis pada Jumat (23/10/2026). Korban diketahui merupakan pasien yang mengalami imunodefisiensi berat, yakni kondisi ketika sistem kekebalan tubuh berada dalam keadaan sangat lemah sehingga rentan terhadap berbagai infeksi.

Meski kasus ini menjadi yang pertama kali tercatat dalam sejarah, otoritas Prancis menegaskan bahwa saat ini belum terdapat indikasi ancaman kesehatan bagi masyarakat umum.

Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian Prancis menjelaskan bahwa virus Shamonda termasuk dalam kelompok orthobunyavirus. Virus ini diketahui dapat menyebar di kalangan hewan melalui gigitan serangga jenis Culicoides, yang selama ini menjadi vektor utama penularan.

Virus Shamonda pertama kali ditemukan di Nigeria pada pertengahan 1960-an. Sejak saat itu, infeksi virus tersebut dilaporkan muncul secara sporadis pada sapi di sejumlah wilayah Afrika Barat, Afrika Timur, Afrika Selatan, hingga Jepang.

Yang membuat kasus di Prancis menjadi perhatian khusus adalah belum pernah adanya laporan resmi mengenai infeksi Shamonda pada manusia sebelumnya.

Selama beberapa dekade, virus tersebut dikategorikan sebagai penyakit hewan dan tidak dianggap memiliki kemampuan menginfeksi manusia. Namun temuan terbaru ini mengubah pemahaman yang selama ini berkembang di kalangan ilmuwan.

Pemerintah Prancis menyebut kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa karena terjadi pada pasien dengan kondisi imun yang sangat lemah.

“Oleh karena itu, ini adalah kasus luar biasa yang terjadi pada pasien dengan imunodefisiensi berat,” demikian penjelasan otoritas setempat.

Saat ini, para ahli dan otoritas kesehatan Prancis tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti infeksi, mekanisme penularan, serta kemungkinan faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap munculnya kasus pertama pada manusia tersebut.

Di Eropa, virus Shamonda sebelumnya telah terdeteksi pada sejumlah hewan ternak. Sapi menjadi spesies yang paling sering terinfeksi. Namun pada musim panas tahun ini, otoritas Prancis juga menemukan kasus pada domba, kambing, dan kuda.

Meskipun belum ada bukti terjadinya penularan luas ke manusia, kemunculan kasus pertama ini memunculkan perhatian baru terhadap potensi evolusi virus dan perlunya pemantauan lebih ketat terhadap penyakit yang selama ini dianggap hanya menyerang hewan.

Para peneliti kini berpacu mengungkap berbagai aspek terkait virus Shamonda guna memastikan apakah kasus di Prancis merupakan insiden tunggal atau pertanda adanya perubahan karakteristik virus yang belum terdeteksi sebelumnya. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version