Connect with us

DUNIA

40 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Prancis

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Prancis sedang menghadapi salah satu gelombang panas paling ekstrem dalam sejarah modern. Suhu udara yang menembus 40 derajat Celsius memicu kondisi darurat di berbagai wilayah, sementara korban jiwa terus bertambah.

Negara itu bahkan mengalami malam terpanas sepanjang sejarah setelah suhu ekstrem bertahan sejak Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026). Jutaan warga dilaporkan terbangun dalam kondisi kepanasan karena temperatur tetap tinggi sepanjang malam.

Badan meteorologi nasional Météo-France menyebut panas ekstrem masih mendominasi hampir seluruh wilayah Prancis dan diperkirakan belum akan mereda dalam beberapa hari ke depan.

“Sinar matahari terus mendominasi di seluruh Prancis, mempertahankan panas yang menyengat dan melelahkan di seluruh negeri.”

Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa suhu di sejumlah kota masih berpotensi melampaui 40 derajat Celsius, bahkan tidak menutup kemungkinan memecahkan rekor-rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat sebelumnya.

Situasi tersebut mulai menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan warga.

Pemerintah Prancis melaporkan 40 orang meninggal dunia sejak 18 Juni akibat gelombang panas. Menurut keterangan pemerintah, sebagian besar korban merupakan kalangan muda.

Gelombang panas kali ini juga memaksa pemerintah mengambil berbagai langkah darurat. Sejumlah sekolah ditutup, berbagai kegiatan publik dibatalkan, sementara layanan transportasi kereta api mengalami gangguan akibat suhu yang sangat tinggi.

Berbeda dengan banyak negara lain, penggunaan pendingin udara di Prancis tidak terlalu umum sehingga masyarakat lebih rentan menghadapi suhu ekstrem yang berlangsung berhari-hari.

Pemerintah pun telah menetapkan peringatan siaga merah di 54 departemen, atau sekitar separuh wilayah administratif Prancis, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat panas ekstrem.

Fenomena ini mengingatkan publik pada tragedi gelombang panas Agustus 2003 yang menjadi salah satu bencana cuaca paling mematikan dalam sejarah Prancis. Saat itu, sekitar 15.000 orang meninggal dunia, sebagian besar merupakan warga lanjut usia yang tidak memiliki akses terhadap pendingin ruangan.

Kini, pemerintah kembali mengaktifkan sistem peringatan gelombang panas yang dibangun setelah tragedi tersebut guna memperingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga hidrasi, dan melindungi kelompok rentan.

Gelombang panas yang melanda Prancis juga menjadi bagian dari tren pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa, Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Sejak dekade 1980-an, kenaikan suhu di kawasan ini berlangsung sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Data tersebut memperlihatkan bahwa selama empat tahun terakhir, lebih dari 200.000 orang di seluruh Eropa meninggal akibat penyebab yang berkaitan dengan panas ekstrem.

Dengan prakiraan suhu yang masih akan bertahan tinggi hingga akhir pekan, otoritas Prancis kini berpacu dengan waktu untuk menekan risiko bertambahnya korban di tengah gelombang panas yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version