DUNIA
AS Siapkan Rudal Tomahawk di Jepang
AKTUALITAS.ID – Persaingan militer antara Amerika Serikat dan China kembali memasuki babak baru. Washington dikabarkan mulai mengerahkan sistem rudal jarak menengah Typhon ke Jepang, sebuah langkah yang dinilai memperkuat posisi militer AS di kawasan sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Beijing.
Laporan media Jepang Nikkei menyebutkan, sistem rudal tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kanoya, Prefektur Kagoshima, sebagai bagian dari latihan militer gabungan AS-Jepang yang dimulai Senin (22/6/2026) dan akan berlanjut hingga latihan Orient Shield pada September mendatang.
Typhon merupakan sistem peluncur rudal berbasis darat yang mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dan rudal serbaguna SM-6. Penempatannya di Kanoya dinilai memiliki nilai strategis karena berada dekat Kepulauan Nansei dan Selat Taiwan, kawasan yang selama ini menjadi titik panas rivalitas Washington dan Beijing.
Seorang pejabat senior Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) menyebut sistem tersebut ditempatkan agar dapat langsung dioperasikan ketika dibutuhkan, memperlihatkan kesiapan tempur yang lebih tinggi dibanding sekadar latihan biasa.
Yang menjadi sorotan, apabila Jepang nantinya mengoperasikan rudal Tomahawk dari Kanoya, rudal dengan jangkauan sekitar 1.600 kilometer itu berpotensi menjangkau wilayah pesisir timur China, termasuk Shanghai, Zhejiang, hingga Fujian.
Penempatan Typhon juga dipandang sebagai upaya AS menutup apa yang disebut sebagai “kesenjangan rudal” dengan China. Setelah Perjanjian INF berakhir pada 2019, Washington mulai lebih leluasa mengembangkan dan menempatkan rudal jarak menengah di kawasan Indo-Pasifik.
Di sisi lain, China terus mempercepat modernisasi militernya. Berdasarkan laporan yang dikutip Nikkei, stok rudal balistik China meningkat tajam dari sekitar 750 unit pada 2022 menjadi sekitar 1.850 unit pada 2025, dengan jangkauan antara 1.000 hingga 5.500 kilometer.
Bukan kali pertama Typhon hadir di Jepang. Sistem ini pernah dikerahkan dalam latihan Resolute Dragon 2023, sebelum akhirnya ditarik kembali ke Amerika Serikat. Saat itu, Beijing mengecam keras langkah Washington dan menilai pengerahan Typhon hanya akan meningkatkan risiko konfrontasi militer di Asia Timur.
Kini, dengan Typhon kembali hadir di Jepang dan berada lebih dekat ke kawasan sensitif Selat Taiwan, rivalitas militer dua kekuatan terbesar dunia diperkirakan kembali meningkat, sementara kawasan Indo-Pasifik menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks. (Mun)
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
POLITIK23/06/2026 17:01 WIBDjarot: Jokowi Itu Siapkan Gibran Jadi Presiden Ketimbang Dukung Dua Periode Prabowo
-
NASIONAL23/06/2026 17:16 WIBIstana akan Telusuri Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Demo dan Audiensi dengan Wapres
-
NASIONAL23/06/2026 17:30 WIBUU Polri Baru Resmi Berlaku, Polri Siapkan Aturan Turunan
-
EKBIS23/06/2026 16:30 WIBBea Cukai Sita 6.747 Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53,98 Miliar, Menkeu: Saya Tindak Tegas
-
JABODETABEK23/06/2026 16:46 WIBParkiran di Cawang Tidak Tertib, Ini Kata Kadishub Jaktim
-
NUSANTARA23/06/2026 17:44 WIBPolda Jabar Utamakan Pemulihan Trauma YTR Sebelum Pemeriksaan
-
OLAHRAGA23/06/2026 18:00 WIBPemerintah Siapkan Program Besar untuk Timnas, Target Lolos Piala Dunia 2030