Connect with us

PAPUA TENGAH

Dorong Inovasi Inklusif, BRIDA Mimika Selenggarakan Kompetisi MIW 2026

Aktualitas.id -

Foto bersama jajaran BRIDA Kabupaten Mimika setelah konferensi pers pelaksanaan Mimika Innovation Week 2026 di ruang rapat kantor BRIDA.
Foto bersama jajaran BRIDA Kabupaten Mimika setelah konferensi pers pelaksanaan Mimika Innovation Week 2026 di ruang rapat kantor BRIDA. AKTUALITAS.ID/Ahmad

AKTUALITAS.ID – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika bersiap menyelenggarakan ajang Mimika Innovation Week (MIW) 2026 guna memacu perkembangan teknologi dan kreativitas lokal. Pesta inovasi daerah ini dijadwalkan resmi dibuka pada (09/6/2026) di Graha Eme Neme Yauware dengan memperluas sasaran kepesertaan hingga ke kelompok masyarakat sipil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan langkah memperluas jangkauan peserta ini diambil berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun lalu. Sebelumnya, kompetisi serupa masih terbatas di lingkungan internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Perubahan ini diharapkan mampu merangsang lahirnya ekosistem inovasi yang lebih inklusif serta berdampak langsung bagi pembangunan di Mimika.

“Ini penting. Jadi kita harus memang mengangkat daerah ini, mengangkat juga unsur-unsur budaya dan kultur, tetapi kita juga harus membangun cinta kepada NKRI dan juga bagaimana inovasi bisa melaju, kita bisa Mimika Go Nasional ataupun Go Internasional,” ujar Slamet dalam konferensi pers di kantor BRIDA Mimika, Selasa (02/6/2026).

Menurutnya, Program strategis ini sengaja diintegrasikan dengan cetak biru Mimika Smart City agar hasil riset sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat. Dalam jangka panjang, BRIDA diproyeksikan menjadi pusat integrator seluruh dokumen riset, naskah akademik, dan portofolio inovasi daerah yang dapat diakses publik secara transparan.

“Kami juga lagi meng-collab kajian-kajian yang sudah dilakukan oleh Pemda Mimika—kajian, riset, dan juga naskah akademik yang dibuat oleh Mimika, yang selama ini sudah dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan. Kita akan publish nanti di MIW ini, dalam aplikasi Siridakami mimikakab.go.id , jadi publik juga bisa mengaksesnya,” kata Slamet.

Selain itu, pertumbuhan platform inovasi di Kabupaten Mimika menunjukkan tren positif. Sejak pembentukan pamong inovasi oleh Bappeda pada 2024, jumlah inovasi terdata meningkat dari 19 menjadi 41 platform. Grafik tersebut melonjak tajam setelah BRIDA resmi dibentuk melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2025. Terhitung sejak Maret hingga awal Juni 2026, terdapat penambahan 83 inovasi baru, yang membuat akumulasi inovasi daerah kini mencapai 130 platform.

Oleh karena itu, Slamet optimistis jumlah inovasi akan terus bertambah seiring pembukaan MIW 2026 yang rencananya diresmikan oleh Bupati Mimika dan dihadiri perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pusat. Agenda pembukaan juga akan diisi dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi (NKS) antara Pemda Mimika dan BRIN, coaching clinic, serta sosialisasi kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet meluruskan pandangan publik yang sering kali mengidentikkan inovasi dengan aplikasi digital. Ia menunjukkan mahkota hiasan kepala karya siswa SD Inpres Negeri 2 yang memanfaatkan serabut kelapa dan pewarna alami sebagai pengganti bulu burung cenderawasih demi menjaga kelestarian satwa endemik Papua. Bagi BRIDA, substansi inovasi terletak pada efektivitasnya menyelesaikan masalah sosial serta potensinya untuk direplikasi di wilayah lain.

“Jadi semua akan di-launching nanti di MIW itu. 9 Juni 2026. Prosesnya sampai ke Agustus, tahapan-tahapan nanti kita akan publish,” ucap Slamet.

Ajang MIW 2026 bakal melombakan tujuh kategori utama. Kategori tersebut meliputi Inovasi Pelayanan Publik, Inovasi Tata Kelola Pemerintahan, Inovasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Inovasi Pemerintahan Distrik, dan Inovasi Sektor Publik. Selain itu, panitia menambahkan dua kategori baru tahun ini, yaitu Inovasi Tingkat Satuan Pendidikan (SD hingga SMA) serta Inovasi Sektor Inklusif yang memberikan ruang afirmasi bagi penyandang disabilitas.

Guna menjaga objektivitas penilaian, BRIDA melibatkan tim juri independen dari berbagai unsur, termasuk perwakilan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, akademisi Institut Jembatan Bulan, birokrat pemerintah daerah, hingga perwakilan media massa. (Ahmad)

TRENDING

Exit mobile version