DUNIA
Selat Hormuz Jadi Medan Tempur AS vs Iran
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah media pemerintah Iran melaporkan terjadinya baku tembak antara Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan militer AS di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran pada Rabu, bentrokan bersenjata itu terjadi di tengah meningkatnya operasi militer kedua pihak di kawasan Teluk.
Otoritas Provinsi Hormozgan, sebagaimana dikutip Tasnim News Agency, menyatakan suara ledakan yang terdengar di Bandar Abbas, sejumlah kota pesisir, dan beberapa pulau di wilayah Iran berkaitan dengan bentrokan bersenjata yang terjadi di kawasan Selat Hormuz.
Sementara itu, Kantor Berita Mehr juga melaporkan adanya ledakan di wilayah timur Sirik, yang disebut berkaitan dengan baku tembak di perairan Teluk di sekitarnya.
Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi militer di Iran bagian selatan yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai serangkaian ledakan di sejumlah lokasi.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang operasi militer berikutnya terhadap target-target yang disebut sebagai fasilitas militer Iran.
Menurut CENTCOM, sasaran operasi tersebut merupakan fasilitas yang diklaim digunakan untuk mendukung serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Selain operasi militer, CENTCOM juga menyatakan pasukan AS melanjutkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan dan kawasan pesisir Iran.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan di jalur pelayaran strategis itu masih terus berlangsung.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak mentah terpenting di dunia, sehingga setiap peningkatan konflik di kawasan tersebut menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan perdagangan global.
Konfrontasi terbaru ini juga terjadi meskipun sebelumnya terdapat nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dengan tujuan meredakan konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan damai antara kedua negara.
Hingga saat ini, belum ada informasi independen yang dapat memverifikasi secara menyeluruh rincian bentrokan yang dilaporkan maupun jumlah korban atau tingkat kerusakan akibat insiden tersebut. Situasi di kawasan Selat Hormuz masih berkembang, sementara kedua pihak terus menyampaikan klaim masing-masing terkait operasi militer yang berlangsung. (Bowo/Mun)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
RAGAM19/10/2026 08:15 WIBBukan Sekadar Warehouse Sale, FYP Abby and Gail Ajak Gen Z Kenali Kebutuhan Kulit
-
NASIONAL19/10/2026 11:00 WIBPDI Perjuna Desak Moratorium Hutan untuk Mencegah Karhutla
-
NUSANTARA19/10/2026 11:00 WIBBMKG Ingat Puncak Musim Hujan Bisa Datang Lebih Ekstrem