Connect with us

EKBIS

Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia kembali melanjutkan reli pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Kenaikan ini menjadi hari keempat berturut-turut, dipicu meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent naik sekitar 33 sen atau 0,4 persen menjadi US$85,28 per barel pada awal perdagangan.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat sekitar 42 sen atau 0,5 persen ke level US$80,02 per barel.

Data lain dari Investing juga menunjukkan tren penguatan yang serupa.

Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman September tercatat naik sekitar 1 persen menjadi US$85,58 per barel, sedangkan kontrak WTI pengiriman Agustus menguat sekitar 1,3 persen ke posisi US$80,38 per barel.

Reli harga minyak terjadi setelah laporan mengenai gelombang baru operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan instalasi militer Iran.

Eskalasi tersebut kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan mengganggu distribusi minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu pintu utama pengiriman minyak mentah dunia.

Pasar energi pun kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak.

Dalam sepekan terakhir, harga minyak acuan global dilaporkan telah melonjak hampir 13 persen, sekaligus mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Kenaikan tajam tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi apabila konflik di kawasan Timur Tengah terus memburuk.

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi global karena menjadi jalur transit bagi sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk.

Setiap peningkatan ketegangan di kawasan itu berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia sekaligus mendorong volatilitas harga energi internasional.

Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk respons lanjutan dari Amerika Serikat dan Iran, yang dinilai akan menjadi faktor utama penentu arah harga minyak dalam beberapa hari ke depan. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version