Connect with us

POLITIK

Kritik “Bolu Ketan” Deddy Sitorus ke Bahlil, SOKSI: Degradasi Etika Memalukan

Aktualitas.id -

alt="Politisi PDIP, Deddy Yevri Sitorus saat RDP di DPR"
Politisi PDIP, Deddy Yevri Sitorus

AKTUALITAS.ID – Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus yang menyebut Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan julukan “si bolu ketan” menuai kecaman dari Wakil Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Rouli Rajagukguk. Rouli menilai kritik politik seharusnya mengedepankan etika dan argumentasi berbasis data, bukan diksi yang merendahkan pihak lain.

“Kalau mau menyelidik sengkarut dan korupsi di batu bara, yang pertama harus diperiksa adalah Menteri ESDM, si bolu ketan! Di sana sumber masalahnya menurut yang saya dengar!” ujar Deddy.

Menanggapi hal itu, Rouli Rajagukguk menegaskan bahwa penggunaan diksi seperti “bolu ketan” oleh pejabat tinggi partai selevel Ketua DPP PDIP merupakan tanda degradasi etika kepemimpinan yang memalukan.

“Ini bukan kritik substantif, melainkan pembunuhan karakter dengan cara merundung (bullying) secara pengecut,” ujar Rouli dalam keterangannya.

Wasekjend Depinas SOKSI itu juga mempertanyakan standar kepemimpinan dan komunikasi publik yang diajarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada kadernya.

“Saya mempertanyakan standar kepemimpinan dan komunikasi publik yang diajarkan oleh Megawati Soekarnoputri kepada kadernya. Kegagalan mendidik kader untuk berpolitik dengan basis data dan argumentasi, bukan makian dan asumsi, adalah bukti kemunduran PDIP,” katanya.

Rouli menilai PDIP sebaiknya lebih dahulu melakukan pembenahan internal sebelum melontarkan tudingan kepada pihak lain. Ia menyinggung kasus Harun Masiku, kader PDIP yang hingga kini masih berstatus buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2020 dalam kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

“Perlu saya ingatkan kembali, Megawati bukanlah pemimpin yang bersih-bersih amat, kasus Harun Masiku, kader PDIP yang buron dalam kasus suap komisaris KPU yang tak pernah bisa ditangkap. Di mana komitmen Megawati dalam memberantas korupsi saat kadernya sendiri menjadi simbol korupsi yang memalukan?” ujarnya.

Rouli berpandangan bahwa kritik politik akan lebih dipercaya publik apabila dibarengi dengan konsistensi dalam pembenahan internal partai.

“Publik sudah sangat cerdas dan tidak akan mudah terprovokasi oleh narasi serangan politik murahan dan pengecut dari PDIP,” pungkasnya.

Sebelumnya, pernyataan Deddy Sitorus juga mendapat kecaman dari Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG). Wakil Ketua Umum PP AMPG Sedek Bahta menyebut julukan tersebut sangat tidak etis dan mencederai iklim demokrasi yang sehat. AMPG menilai pernyataan Deddy lebih mengarah pada serangan terhadap pribadi Bahlil dan mendesak Deddy untuk menarik ucapannya serta meminta maaf secara terbuka.

PP AMPG juga menegaskan bahwa tudingan yang mengaitkan Bahlil dengan persoalan pengadaan batu bara tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Proses penegakan hukum harus mengacu pada alat bukti dan mekanisme hukum, bukan berdasarkan opini atau asumsi.

TRENDING

Exit mobile version