EKBIS
Bea Cukai Sita 6.747 Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53,98 Miliar, Menkeu: Saya Tindak Tegas
AKTUALITAS.ID – Pemerintah memperluas penyelidikan kasus impor pakaian bekas ilegal setelah mengungkap ribuan bal barang selundupan di Jakarta dan Kalimantan Barat dengan nilai mencapai sedikitnya Rp53,98 miliar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada penyitaan barang semata, tetapi juga memburu pihak yang bertanggung jawab dalam jaringan impor ilegal tersebut.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus menindak tegas praktik impor ilegal yang merugikan pelaku usaha yang patuh, masyarakat, dan negara,” ujar Purbaya, Selasa (23/6/2026).
Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen terkait pengiriman pakaian bekas menggunakan kapal yang berlayar dari Pontianak menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Dari ratusan kontainer yang diperiksa, puluhan di antaranya terindikasi memuat pakaian bekas impor yang dilarang masuk ke Indonesia.
Hasil pemeriksaan sementara menemukan ribuan bale berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Pengembangan penyidikan kemudian mengarah ke Kalimantan Barat. Tim gabungan menemukan dua lokasi pergudangan yang diduga menjadi tempat penimbunan pakaian bekas impor ilegal. Dari lokasi tersebut diamankan lebih dari dua ribu bale barang.
Secara keseluruhan, jumlah barang yang berhasil diungkap mencapai 6.747 bale dengan nilai sedikitnya Rp53,98 miliar.
Menurut Purbaya, keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan efektivitas pengawasan berbasis intelijen dan kerja sama antarinstansi.
“Penindakan terhadap puluhan kontainer dan pengungkapan lokasi penimbunan menunjukkan efektivitas pengawasan berbasis intelijen dan kolaborasi lintas instansi,” katanya.
Dirinya menegaskan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi pakaian bekas ilegal tersebut.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan pengawasan terhadap arus barang impor ilegal akan diperkuat di berbagai wilayah.
“Pengawasan Bea Cukai berjalan secara aktif dan terukur. Kami mengimbau seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan usaha secara legal dan mematuhi ketentuan yang berlaku,” ujarnya. (Micko)
-
FOTO22/06/2026 20:05 WIBFOTO: Pemusnahan Pakaian Bermerk Palsu Senilai Hampir Rp. 1 Miliar
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
POLITIK22/06/2026 20:06 WIBBajak Kader dari Partai Lain, PSI Dinilai Krisis Figur
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
OLAHRAGA22/06/2026 22:10 WIBSiaran Piala Dunia 2026 di Korea Utara Tak Tampilkan Laga Tiga Negara Ini
-
RAGAM22/06/2026 19:45 WIBPersaingan SD Negeri dan Biaya Swasta Bikin Orang Tua Serba Salah
-
POLITIK22/06/2026 20:35 WIBPengamat Sebut Struktur Ketua Harian PSI Bukti Adanya Ketidakseimbangan dalam Manajemen Partai
-
NUSANTARA22/06/2026 23:30 WIBHerman Deru Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Tegaskan Komitmen Maksimalkan Kesejahteraan Masyarakat