Connect with us

EKBIS

Harga Minyak Dunia Selasa Pagi Sedikit Naik

Aktualitas.id -

Ilustrasi harga minyak dunia naik., foto: meta ai

AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah ambruk lebih dari 3 persen pada perdagangan sebelumnya. Meski rebound masih terbatas, pelaku pasar belum berani bernapas lega karena masa depan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih diselimuti ketidakpastian.

Mengutip Reuters, pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi, kontrak berjangka Brent naik 24 sen atau 0,38 persen menjadi US$78,15 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 33 sen atau 0,46 persen ke level US$74,19 per barel.

Kenaikan ini terjadi sehari setelah pasar energi diguncang aksi jual besar-besaran yang membuat harga Brent anjlok 3,31 persen dan WTI turun 2,32 persen. Koreksi tajam tersebut dipicu meredanya kekhawatiran gangguan pasokan minyak setelah muncul perkembangan positif dalam pembicaraan damai antara Washington dan Teheran.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya percaya konflik benar-benar berakhir. Investor masih mencermati setiap perkembangan diplomatik karena kegagalan perundingan berpotensi kembali memicu lonjakan harga minyak dalam waktu singkat.

Salah satu fokus utama pasar adalah kondisi Selat Hormuz, jalur pelayaran yang mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Setiap ancaman terhadap jalur strategis tersebut langsung memengaruhi harga energi global.

Data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal tanker yang membawa hampir 2 juta barel minyak berhasil melintasi Selat Hormuz pada Senin. Perkembangan ini memberi sinyal awal bahwa distribusi minyak mulai kembali normal, meski pelaku pasar masih menunggu kepastian bahwa jalur tersebut benar-benar aman.

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai pasar masih diliputi keraguan.

“Masih ada tingkat skeptisisme yang cukup tinggi di pasar. Ketidakpercayaan antara Washington dan Teheran membuat harga minyak kemungkinan baru kembali ke level sebelum perang secara bertahap.”

Ketidakpastian itu juga diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran bersedia membuka akses inspeksi terhadap program persenjataan. Namun, Trump tetap memperingatkan bahwa Washington siap mengambil langkah tegas apabila Iran melanggar kesepakatan yang telah dicapai.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak hingga US$82,30 per barel setelah muncul ancaman eskalasi konflik dan isu penutupan Selat Hormuz. Namun arah pasar berbalik drastis setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengungkap adanya kemajuan dalam dialog dengan Iran dan memastikan jalur pelayaran tetap terbuka.

Meski harga mulai pulih pada perdagangan Selasa, volatilitas diperkirakan masih tinggi. Selama kepastian perdamaian belum benar-benar terwujud dan risiko geopolitik di Timur Tengah masih membayangi, pasar minyak dunia diprediksi akan terus bergerak liar mengikuti setiap perkembangan diplomatik dari Washington dan Teheran. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version