Connect with us

OASE

Al-Quran: Allah Benci Pengkhianat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pengkhianatan (khiyanat) bukan sekadar cacat moral, melainkan dosa besar dan sifat utama golongan munafik yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Dalam Al-Quran, peringatan keras dan ancaman azab bagi para pengkhianat ditegaskan secara rinci di berbagai surah.

Kitab suci Al-Quran secara eksplisit mengutuk tindakan memperjualbelikan janji dan sumpah demi keuntungan sesaat. Sanksi berat di akhirat pun telah menanti mereka yang culas terhadap amanah.

Dalam Surah Ali Imran Ayat 77, Allah SWT menegaskan balasan mengerikan bagi orang-orang yang melanggar janji dan sumpah:

“Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.”

Tak hanya melarang perbuatannya, Islam juga melarang keras umatnya untuk pasang badan atau membela para pengkhianat. Surah An-Nisa’ Ayat 107 mengingatkan bahwa orang yang berkhianat pada hakikatnya sedang merusak diri mereka sendiri.

“Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa,” demikian firman-Nya.

Sikap tegas terhadap potensi pengkhianatan juga diatur dalam hubungan diplomatik maupun perjanjian. Surah Al-Anfal Ayat 58 memerintahkan umat Islam untuk membatalkan perjanjian secara terbuka dan jujur jika ada indikasi kuat terjadinya pengkhianatan dari pihak lawan, lewat kalimat Innallāha lā yuḥibbul-khā’inīn (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat).

Peringatan Al-Quran ini menjadi pesan moral yang tajam: setiap pengkhianatan terhadap komitmen, janji, maupun amanah publik akan berbuah kehinaan di dunia dan siksa pedih yang tak terelakkan di akhirat.(Mun)

TRENDING

Exit mobile version