EKBIS
Rupiah Perkasa di Awal Dagang
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Mata uang Garuda berhasil mencatatkan apresiasi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga bergerak di zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah menguat 56 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.925 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.981 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan data Refinitiv, rupiah bahkan sempat diperdagangkan di level Rp17.910 per dolar AS pada awal sesi perdagangan. Posisi tersebut menunjukkan penguatan sekitar 0,22 hingga 0,28 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi seiring membaiknya sentimen di pasar keuangan Asia. Sejumlah mata uang kawasan juga tercatat mengalami apresiasi terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Yen Jepang memimpin penguatan mata uang Asia setelah melonjak sekitar 0,32 persen terhadap dolar AS. Di belakangnya, ringgit Malaysia dan dolar Taiwan sama-sama menguat sekitar 0,12 persen.
Selanjutnya, baht Thailand naik 0,07 persen, yuan China menguat 0,04 persen, sementara dolar Hong Kong bertambah 0,01 persen. Dolar Singapura bergerak relatif stabil pada perdagangan pagi.
Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia menikmati penguatan. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi sekitar 0,45 persen terhadap dolar AS.
Peso Filipina juga ikut tertekan dan turun sekitar 0,08 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Pergerakan rupiah yang kembali menguat memberikan angin segar bagi pasar domestik setelah sebelumnya berada di bawah tekanan dolar AS yang kuat. Penguatan ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar yang tengah mencermati arah kebijakan moneter global serta dinamika ekonomi internasional.
Pelaku pasar kini akan memantau sejumlah sentimen eksternal dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan. Jika tren positif berlanjut, rupiah berpeluang mempertahankan momentumnya dan menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. (Firman/Mun)
-
NASIONAL29/09/2026 20:00 WIBGercep! Kemensos Selamatkan Bocah 12 Tahun Tak Sekolah
-
NASIONAL29/09/2026 19:00 WIBDPR Desak Napi Lapas Mewah Dikirim ke Nusakambangan
-
JABODETABEK29/09/2026 12:30 WIBMotor Mogok Berujung Saling Tusuk
-
OTOTEK29/09/2026 13:30 WIBSengaja Bikin Bocil Candu, TikTok Dipaksa Bayar Rp 4,7 Triliun
-
POLITIK29/09/2026 16:00 WIBBelum 2029, Golkar Sudah Pasang Kuda-Kuda Kemenangan
-
NASIONAL29/09/2026 17:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong
-
POLITIK29/09/2026 13:00 WIBJokowi Pamer KTA PSI, PDIP: Mending Pamer Ijazah
-
NASIONAL29/09/2026 14:00 WIBDKPP Pecat Ketua Bawaslu Labuhanbatu