Connect with us

EKBIS

Rupiah Anjlok terhadap Dolar AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.22 WIB, rupiah berada di posisi Rp18.000 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.978 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.960 per dolar AS pada periode yang sama.

Tekanan terhadap mata uang domestik juga tercermin dari data Refinitiv yang mencatat rupiah membuka perdagangan dengan pelemahan 0,03 persen ke posisi Rp17.970 per dolar AS. Kondisi tersebut membuat rupiah semakin dekat dengan batas psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Tak berhenti di situ, pergerakan dolar AS terus menguat sepanjang pagi. Pada pukul 09.25 WIB, mata uang Negeri Paman Sam tercatat naik hingga menyentuh Rp17.989 per dolar AS. Hanya berselang beberapa menit, dolar kembali menguat dan mencapai level Rp18.002 per dolar AS pada pukul 09.27 WIB.

Pergerakan ini memicu perhatian pelaku pasar karena menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah masih cukup besar di tengah penguatan dolar AS secara global.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Yuan China menguat 0,06 persen, peso Filipina naik 0,21 persen, won Korea Selatan menguat 0,03 persen, dan dolar Hong Kong bertambah 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sebaliknya, sejumlah mata uang regional justru mengalami pelemahan. Ringgit Malaysia turun 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,04 persen.

Tekanan juga terjadi pada mata uang utama dunia. Euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, hingga franc Swiss sama-sama bergerak melemah terhadap greenback.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia tercatat naik tipis ke level 101,209. Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, memperlihatkan dominasi dolar AS masih berlanjut di pasar global.

Data RTI Business juga menunjukkan dolar AS menguat 0,06 persen ke level Rp17.979. Bahkan sepanjang tahun 2026, mata uang AS itu telah menguat sekitar 7,81 persen terhadap rupiah.

Kondisi ini membuat pelaku pasar dan dunia usaha mulai mencermati arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin level Rp18.000 per dolar AS akan menjadi titik psikologis baru yang benar-benar ditembus secara konsisten. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version