OTOTEK
Malware Baru RatHat Bikin HP Tak Lagi Aman
AKTUALITAS.ID – Ancaman siber terhadap pengguna smartphone Android kini memasuki babak baru yang jauh lebih mengerikan. Para peneliti dari perusahaan keamanan siber Zimperium baru saja mengungkap varian malware super canggih bernama “RatHat” yang dikendalikan langsung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif secara real-time.
Hasil penyelidikan Zimperium mengindikasikan bahwa malware mematikan ini dikembangkan oleh kelompok peretas (threat actors) asal China. Berbeda dari malware konvensional yang mengandalkan skrip otomatisasi kaku, RatHat menggunakan AI untuk beradaptasi dan mengambil alih kendali perangkat korban layaknya manusia.
“RatHat menggabungkan teknik baru untuk mempertahankan keberadaannya di perangkat dan memanfaatkan kecerdasan buatan generatif untuk kontrol operasional,” ungkap tim peneliti zLabs Zimperium.
Serangan RatHat bermula dari taktik rekayasa sosial (social engineering). Korban dijebak untuk mengunduh aplikasi populer, seperti Google Chrome, melalui situs web palsu yang didesain semirip mungkin dengan Google Play Store.
Begitu aplikasi siluman tersebut diinstal dan korban memberikan izin aksesibilitas (accessibility permissions), malware ini langsung beraksi mengaktifkan fitur Wireless Debugging di menu Opsi Pengembang. Celah inilah yang menjadi “kunci master” bagi asisten AI peretas untuk mengendalikan layar ponsel dari jarak jauh—mulai dari mengetuk, menggulir, hingga mengeksekusi perintah tanpa sepengetahuan pemilik HP.
Dengan kendali penuh di tangan AI, peretas bebas mencegat SMS, mencuri kode Multi-Factor Authentication (MFA), hingga memunculkan layar palsu (overlay) pada aplikasi perbankan dan dompet digital untuk menyedot kata sandi dan menguras saldo korban.
Tingkat adaptasi AI yang cerdas membuat RatHat sangat sulit dideteksi oleh perangkat lunak keamanan standar. Para ahli keamanan siber memperingatkan, jika perangkat Android sudah terinfeksi RatHat, membersihkannya dengan anti-virus biasa adalah hal yang mustahil. Satu-satunya jalan keluar untuk memutus kendali peretas adalah melakukan factory reset (pengaturan ulang pabrik), yang berarti merelakan seluruh data di dalam ponsel terhapus permanen. (Irawan/Mun)
-
RAGAM23/09/2026 22:00 WIB15 Daerah Kalimantan Punya Payung Hukum Baru
-
NASIONAL23/09/2026 17:00 WIBHabib Syarief Soroti Titik Rawan Timnas Jelang FIFA ASEAN Cup
-
NASIONAL23/09/2026 20:00 WIBDPR Dorong BUMN Tekstil Bangun Kekuatan dari Hulu
-
Berita23/09/2026 19:30 WIBPTIQ Jakarta Wisuda 1.005 Lulusan, Nasaruddin Umar Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat
-
NASIONAL23/09/2026 16:00 WIBKomisi III Gas RUU Perampasan Aset Saat Reses
-
NASIONAL24/09/2026 06:00 WIBGILA! Ombudsman Temukan ‘Apartemen Sultan’ di Dalam Lapas Cibinong
-
POLITIK23/09/2026 19:00 WIBGolkar Tak Tutup Opsi 2 Fraksi untuk Capres
-
DUNIA24/09/2026 00:00 WIBGedung Putih Luncurkan Trump TV