Connect with us

NASIONAL

Pengamat Desak Investigasi Dugaan Lifestyle Deputi Bakom

Aktualitas.id -

Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI), Frans Immanuel Saragih,

AKTUALITAS.ID – Di tengah instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto agar para pejabat negara hidup sederhana, publik justru disuguhi dugaan pamer kemewahan atau flexing dari lingkaran dalam pemerintahan. Nama Deputi 2 Badan Komunikasi (Bakom), Timoty Ivan Triyono, kini menjadi bulan-bulanan warganet usai deretan foto yang memperlihatkan aksesoris dan perlengkapan mewahnya viral di media sosial.

Sikap hedonisme yang dipertontonkan di tengah himpitan ekonomi masyarakat ini langsung menuai kritik tajam. Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI), Frans Immanuel Saragih, menilai reaksi keras warganet adalah langkah positif untuk “menertibkan” aparatur negara agar ingat kodratnya sebagai pelayan masyarakat.

“Kalau kita tilik pemberitaan, sudah ada kritikan keras dari Koordinator MAKI yang menganggap pameran gaya hidup Timoty Ivan sangat tidak pantas. Secara komunikasi politik, Presiden Prabowo sudah berulang kali menginstruksikan pejabat untuk hidup sederhana. Penghasilan mereka dari rakyat, jadi sudah seharusnya mereka melayani, bukan malah pamer kekayaan,” tegas Frans, Rabu (30/9/2026).

Frans menggarisbawahi bahwa dugaan gaya hidup mewah Timoty Ivan secara langsung telah mencederai langkah komunikasi politik Presiden Prabowo. Saat masih banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, aksi flexing pejabat adalah bentuk nir-empati yang melukai hati rakyat.

Lebih lanjut, Frans mendesak adanya investigasi menyeluruh. Kepala Bakom didesak untuk segera turun tangan memeriksa dan meminta klarifikasi langsung dari Timoty Ivan terkait kebenaran barang-barang mewah yang beredar di publik tersebut.

Sebagai ujung tombak komunikasi Istana, Bakom seharusnya menjadi contoh pertama yang mengamalkan instruksi Presiden, bukan malah menciptakan blunder yang memicu amarah publik.

“Instruksi Presiden tentang gaya hidup pejabat harus melekat kuat di setiap perangkat Bakom. Jadikan koreksi keras dari masyarakat ini sebagai pelajaran penting. Rakyat ingin pejabatnya hidup merakyat, bukan hidup mewah di atas penderitaan rakyat,” pungkas Frans. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version