Connect with us

DUNIA

Trump Ketuk Pintu Iran, Teheran Ogah Buka

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling menolak langkah yang dapat membuka jalan menuju berakhirnya konflik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal terbaru Teheran terkait gencatan senjata, sementara Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk kembali bernegosiasi dengan Washington dalam waktu dekat.

Pemerintah Iran sebelumnya mengajukan proposal yang berisi penghentian seluruh permusuhan di kawasan Timur Tengah selama tujuh hari. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Teheran juga menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz pada hari ketujuh, namun dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat.

Syarat-syarat itu mencakup pencairan aset Iran yang dibekukan senilai sekitar USD12 miliar atau setara Rp214,9 triliun, pencabutan sanksi terhadap sektor minyak Iran, serta penghentian blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Namun, proposal tersebut langsung mendapat penolakan dari Trump. Presiden AS itu bahkan menilai Iran terlalu percaya diri dalam menentukan posisi tawarnya.

“Iran ingin mencapai kesepakatan, tetapi bukan kesepakatan seperti yang mereka tawarkan sekarang,” kata Trump dalam wawancaranya dengan media AS.

Meski menolak usulan terbaru Teheran, Trump mengaku masih membuka peluang dialog lanjutan dalam waktu dekat. Ia memperkirakan komunikasi antara kedua negara tetap akan berlanjut pada pekan ini.

Di sisi lain, Iran justru mengirim sinyal berbeda. Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa delegasi Teheran yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tidak memiliki agenda untuk melakukan negosiasi baru dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran menegaskan seluruh posisi dan tuntutan mereka telah disampaikan secara jelas melalui mediator Qatar. Kini Teheran menunggu respons resmi dari Washington tanpa menunjukkan indikasi akan melunak.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan secara terbuka menyatakan negaranya sudah kehilangan kepercayaan terhadap Amerika Serikat setelah serangkaian pembicaraan sebelumnya berujung pada tekanan dan tindakan militer.

“Kami tidak memiliki kepercayaan terhadap pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dapat dicapai dengan mereka,” ujar Pezeshkian.

Situasi semakin rumit karena Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, masih belum dibuka kembali. Kebuntuan tersebut membuat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk terus berlanjut dan meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan minyak.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menilai tuntutan Iran terlalu berlebihan dan tidak realistis untuk diterima Washington. Menurutnya, Teheran meminta pencabutan sanksi dan akses miliaran dolar aset hanya sebagai syarat awal untuk kembali duduk di meja perundingan.

Dengan kedua pihak tetap bertahan pada posisinya masing-masing, harapan tercapainya perdamaian dalam waktu dekat masih terlihat jauh. Di tengah ancaman aksi militer lanjutan dan mandeknya negosiasi, konflik AS-Iran kini memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version