EKBIS
AS Serang Iran, Harga Minyak Dunia Meledak Lagi
AKTUALITAS.ID – Pasar energi global kembali bergejolak hebat. Harga minyak mentah dunia meroket tajam setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balasan ke wilayah Iran. Langkah ini memicu kekhawatiran massal akan terganggunya pasokan minyak dunia, khususnya di jalur vital Selat Hormuz.
Berdasarkan data Investing.com per Rabu (2/9/2026), harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman November melonjak pesat hingga 5 persen ke level USD95,05 per barel. Lonjakan tak kalah brutal terjadi pada jenis West Texas Intermediate (WTI) AS pengiriman Oktober, yang meledak 5,7 persen menuju USD90,68 per barel.
Kenaikan drastis ini mengerek kembali harga minyak mentah ke titik resiko tertinggi. Pasar khawatir eskalasi ini akan mengulang trauma April 2026 lalu, saat minyak dunia melambung liar menembus USD126 per barel akibat penutupan Selat Hormuz.
Suhu geopolitik memanas setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi gempuran terhadap berbagai titik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Media lokal Iran melaporkan bahwa instalasi di Pulau Qeshm serta beberapa titik nonmiliter di Hormozgan hancur dihantam rudal AS.
AS mengklaim operasi ini sebagai langkah tegas atas tindakan IRGC yang kedapatan menanam ranjau di Selat Hormuz, serta respons atas serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Yordania.
Tak tinggal diam, Iran langsung melancarkan balasan menakutkan. Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa IRGC telah melepaskan rudal balistik ke Camp Titin, pangkalan Marinir AS yang berlokasi di Yordania.
Konflik ini kian membara setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbuka melalui akun Truth Social miliknya. Trump menegaskan bahwa AS tak akan segan menghancurkan Iran jika negara tersebut berani membalas.
“Jika negara Iran yang gagal itu membalas serangan yang sangat beralasan ini, mereka akan dihantam lagi dengan lebih keras… serangan terbesar sedang menunggu di balik layar dan, ketika itu berakhir, hanya sedikit yang akan tersisa dari Republik Islam Iran!” gertak Trump.
Dengan konflik terikat ketat di urat nadi distribusi minyak dunia, pelaku pasar kini bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang kian gelap. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA01/09/2026 14:30 WIBPria Inggris Tewas Misterius di Vila Bali
-
NASIONAL01/09/2026 17:30 WIBMahasiswa Gugat UU ITE ke MK, Persoalkan Kewenangan Pemerintah Putus Akses Informasi
-
NASIONAL01/09/2026 13:00 WIBGerindra Semprot Bakom Soal Hasil Survei Anjlok
-
NUSANTARA01/09/2026 13:30 WIBKebakaran Hutan Ogan Ilir Hanguskan Rumah Guru
-
NASIONAL01/09/2026 14:00 WIBData Desil Dipersoalkan, DPR Minta Beasiswa Tak Dikunci Kemiskinan
-
NUSANTARA01/09/2026 15:30 WIBSinabung Siaga, 2.451 Warga Dua Desa Bakal Dievakuasi
-
DUNIA01/09/2026 15:00 WIBGeger Pentagon! Menteri Angkatan Darat AS Pilih Mundur
-
EKBIS01/09/2026 16:30 WIBMenteri PKP Apresiasi Rumah Cahaya, Bentuk Kepedulian bagi Para Pahlawan