Connect with us

EKBIS

JITEX 2026 Siap Digelar di JIEXPO, Hubungkan Jakarta dengan Investor dan Buyer Global

Aktualitas.id -

  1. AKTUALITAS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) kembali menggelar Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026 pada 16-19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran.

JITEX 2026 mengusung tema “IGNITE THE ECONOMY” dan diarahkan menjadi wadah perdagangan, investasi, pariwisata, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyelenggaraan tahun ketiga ini juga ditujukan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi yang terhubung dengan pasar internasional.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan JITEX 2026 yang memasuki tahun ketiga. Tahun ini juga menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya JITEX diselenggarakan oleh asosiasi usaha tanpa menggunakan APBD,” kata Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo.

Yustinus menjelaskan, penyelenggaraan JITEX tanpa menggunakan APBD menunjukkan adanya pola pembiayaan kreatif melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Sinergi tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), asosiasi usaha, dan sektor swasta.

“Ini menunjukkan bahwa creative financing tidak hanya dapat didorong oleh pemerintah, tetapi juga melalui kontribusi dan kolaborasi sektor swasta. Sinergi antara OPD, BUMD, asosiasi usaha, dan private sector seperti ini menjadi penting untuk terus diperkuat,” ujar Yustinus.

Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menempatkan perluasan akses pasar sebagai salah satu fokus JITEX 2026. Forum tersebut diharapkan membuka peluang bagi UMKM Jakarta untuk menjangkau pembeli dan mitra bisnis dari luar negeri.

“JITEX menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan produk unggulan Indonesia untuk tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga mendapatkan akses menuju pasar internasional,” kata Elisabeth.

Melalui business matching, buyer dan mitra bisnis dari berbagai negara akan dipertemukan dengan pelaku usaha. Elisabeth berharap skema tersebut mendorong lebih banyak UMKM Jakarta berkembang dan membangun hubungan bisnis jangka panjang.

JITEX 2026 akan diisi berbagai agenda, antara lain exhibition, business matching, investment forum, trade forum, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), diskusi panel, talkshow, workshop, serta kegiatan yang dapat diikuti masyarakat.

Jejaring internasional JITEX juga diperluas melalui Asia Food & Ecosystem Expo (AFEX), Asia Sourcing Expo (ASE), Indonesia International Food Forum, dan ATTEC Global Investment Forum. Rangkaian agenda itu mempertemukan investor, buyer, distributor, pemerintah, asosiasi bisnis, dan pelaku usaha dari Indonesia maupun sejumlah negara.

Ketua Umum ATTEC dan HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menyebut penguatan hubungan internasional menjadi perhatian utama dalam JITEX tahun ini.

“Tahun ini, peran ATTEC di JITEX semakin kami fokuskan pada penguatan hubungan internasional. Kami ingin JITEX tidak hanya menjadi tempat bertemunya buyer dan seller di Indonesia, tetapi menjadi platform yang menghubungkan Jakarta dengan investor, buyer, business association, dan mitra strategis dari berbagai negara,” tutur Budihardjo.

ATTEC akan memanfaatkan jejaring internasionalnya untuk menghubungkan JITEX dengan pembeli, investor, asosiasi bisnis, dan delegasi internasional. Koneksi tersebut diarahkan untuk membuka peluang perdagangan, investasi, distribusi, dan kerja sama strategis.

JITEX 2026 juga membawa konsep empat tahapan, yakni Explore, Deal, Commit, dan Thrive. Tahap Explore berfokus pada pencarian peluang dan mitra bisnis, Deal mendorong terjadinya transaksi, Commit diarahkan pada investasi dan kerja sama jangka panjang, sedangkan Thrive menggambarkan pengembangan bisnis dan peningkatan kapasitas UMKM.

Melalui penyelenggaraan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menargetkan JITEX menjadi salah satu ruang penghubung antara pelaku usaha lokal dan jaringan ekonomi global sekaligus mendukung arah pembangunan Jakarta sebagai global city.

TRENDING

Exit mobile version