Connect with us

NASIONAL

Lomba “Aku dan Budayaku” Diikuti 1.931 Konten, Fadli Zon: Perbanyak Konten Budaya

Aktualitas.id -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon

AKTUALITAS.IDMenteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut sebanyak 1.931 konten dari seluruh Indonesia mengikuti lomba video kreatif “Aku dan Budayaku” yang mempromosikan museum dan cagar budaya melalui YouTube, Instagram, dan TikTok. Kompetisi tersebut dibagi dalam kategori pelajar, mahasiswa, dan umum serta menampilkan beragam pendekatan kreatif dalam mengangkat kebudayaan daerah.

“Para pemenang sangat kreatif mengundang orang untuk datang ke museum, cagar budaya. Karya peserta menghadirkan pendekatan unik, serius, futuristik, hingga menggunakan musik dan gaya rap,” ujar Fadli saat menghadiri malam penganugerahan pemenang di Museum Nasional, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Fadli menjelaskan, pemanfaatan platform digital dapat memperluas cara masyarakat mengenal sejarah dan kebudayaan Indonesia. Konten video dinilai mampu menjangkau publik dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter pengguna media sosial.

Menurut Fadli, kreativitas menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperkenalkan museum dan cagar budaya. Setiap kreator dapat mengemas objek sejarah dengan gaya visual dan cara komunikasi yang berbeda.

“Kita berharap dengan hadirnya lomba konten video budaya ini, akan lebih banyak masyarakat yang tertarik. Kita berharap konten kreator menghasilkan lebih banyak konten budaya, sejarah, dan peradaban Indonesia,” kata Fadli.

Karya peserta dalam kompetisi tersebut tidak hanya mengandalkan penyampaian informasi secara konvensional. Sejumlah peserta menggunakan musik, gaya rap, pendekatan futuristik, hingga konsep visual yang lebih serius untuk menarik perhatian masyarakat.

Fadli mendorong para kreator tidak berhenti memproduksi konten budaya setelah kompetisi selesai. Konten mengenai sejarah, museum, cagar budaya, dan perjalanan peradaban Indonesia diharapkan terus memenuhi ruang digital.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kebudayaan. Media sosial juga dapat menjadi sarana untuk menjangkau generasi muda yang lebih banyak mengonsumsi informasi melalui platform digital.

Fadli berharap lomba “Aku dan Budayaku” dapat digelar secara rutin. Pelaksanaan kompetisi disebut dapat dilakukan satu atau dua kali dalam setahun dengan mengangkat sudut pandang kebudayaan yang berbeda.

“Kalau bisa dilaksanakan setahun dua kali, setahun sekali, supaya mengisi ruang-ruang digital. Program ini diharapkan turut mendorong kemajuan kebudayaan nasional melalui kreativitas masyarakat,” tegas Fadli.

Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dengan format yang lebih mudah diterima publik. Ribuan konten yang dihasilkan peserta memperlihatkan beragam cara dalam mengemas museum, cagar budaya, sejarah, dan peradaban Indonesia.

Kementerian Kebudayaan berharap pendekatan digital semacam ini dapat memperluas minat masyarakat terhadap ruang-ruang kebudayaan. Promosi melalui YouTube, Instagram, dan TikTok juga membuka peluang agar museum dan cagar budaya lebih dikenal oleh publik dari berbagai kelompok usia.

Melalui lomba “Aku dan Budayaku”, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat dalam memajukan kebudayaan nasional melalui kreativitas digital. Konten yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi karya kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi kebudayaan Indonesia.

TRENDING

Exit mobile version