Connect with us

NASIONAL

Kemhan & TNI Dapat Rp189 Triliun di APBN 2027

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali memenangkan porsi ‘kue’ APBN dalam jumlah yang membelalakkan mata. Tak tanggung-tanggung, alokasi anggaran pertahanan untuk Tahun Anggaran 2027 disepakati melonjak drastis hingga menyentuh angka fantastis Rp189 triliun.

Kepastian tersebut dicapai usai Rapat Kerja tertutup antara Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran petinggi TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengungkapkan bahwa angka Rp189 triliun ini merupakan hasil pembengkakan dari pagu indikatif awal. Kemhan dan TNI berhasil mengamankan tambahan anggaran ‘bonus’ sebesar Rp50 triliun dari estimasi semula yang berada di kisaran Rp139 triliun.

“Intinya APBN untuk 2027 Kemhan anggarannya Rp189 triliun. Jadi ada tambahan sekitar Rp50 triliun dari pagu indikatif sebesar Rp139 triliun,” tegas Utut seusai memimpin rapat.

Lonjakan ini melanjutkan tren kenaikan anggaran pertahanan negara yang tak pernah surut. Pada APBN 2026 lalu, anggaran Kemhan dan TNI tercatat berada di angka Rp187 triliun. Artinya, tahun depan instansi militer ini kembali mendapat suntikan dana segar ekstra demi memperkuat barisan penegak kedaulatan.

Merespons kucuran dana jumbo tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjamin bahwa setiap rupiah dari dana Rp189 triliun itu akan diserap secara maksimal dan disebar merata hingga ke unit organisasi paling bawah.

“Alokasi anggaran yang diberikan kepada anggaran pertahanan ini sudah dibagi sampai kepada unit organisasi mulai dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan Markas Besar TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara,” jelas Sjafrie.

Sjafrie bergeming bahwa dinamika ancaman nasional serta eskalasi tugas pertahanan negara—termasuk pelibatan militer dalam penanggulangan bencana alam yang tengah melanda—menjadi alasan krusial mengapa negara wajib memanjakan sektor pertahanan dengan pemenuhan anggaran tanpa kompromi.

Dengan restu penuh dari Parlemen, publik kini menaruh tumpuan tinggi agar lonjakan anggaran puluhan triliun rupiah ini benar-benar berdampak pada modernisasi alutsista serta peningkatan kesiapsiagaan prajurit, bukan sekadar menjadi tumpukan beban belanja operasional yang minim transparansi. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version