Connect with us

EKBIS

IHSG Selasa Pagi Langsung Merah

Aktualitas.id -

Ilustrasi IHSG melemah, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pasar modal Indonesia kembali mengawali perdagangan dengan tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 20,19 poin atau 0,33 persen ke level 6.096,50 pada perdagangan Selasa (23/6/2026), menandakan sentimen negatif masih membayangi pergerakan bursa.

Tak lama setelah bel pembukaan, IHSG sempat bergerak fluktuatif. Pada pukul 09.00 WIB indeks berada di level 6.096,50 dan sempat bergerak ke 6.098,46, sebelum kembali tertekan. Hingga pukul 09.23 WIB, berdasarkan data RTI, IHSG turun 27,353 poin atau 0,45 persen ke level 6.089,336.

Tekanan jual tampak mendominasi sejak awal sesi. Berdasarkan data perdagangan, 322 saham berada di zona merah, sementara 231 saham menguat dan 158 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi juga menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Hingga pukul 09.23 WIB, total transaksi telah mencapai sekitar Rp1,963 triliun dengan volume perdagangan 3,136 miliar saham.

Sementara itu, kelompok saham unggulan LQ45 ikut terkoreksi 2,01 poin atau 0,34 persen ke posisi 597,19, mengindikasikan tekanan tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua, tetapi juga menghantam sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada sektor energi, material dasar, keuangan, dan infrastruktur, yang menjadi pemberat utama indeks. Di sisi lain, beberapa sektor lain masih mampu mencatatkan penguatan tipis, namun belum cukup untuk mengangkat pergerakan IHSG ke zona hijau.

Pelaku pasar dinilai masih mengambil sikap hati-hati di tengah berbagai sentimen yang memengaruhi pasar, baik dari dalam negeri maupun global. Aksi profit taking setelah pergerakan pasar sebelumnya juga diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong tekanan jual pada awal perdagangan.

Sehari sebelumnya, IHSG juga ditutup melemah karena investor memilih bersikap wait and see terhadap perkembangan penetapan market classification Indonesia oleh MSCI, yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Analis menilai arah perdagangan pada sesi kedua akan sangat ditentukan oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, arus dana investor asing, serta kemampuan IHSG bertahan di atas level psikologis 6.000. Apabila tekanan jual mereda, peluang technical rebound masih terbuka. Namun jika sentimen negatif berlanjut, volatilitas diperkirakan tetap tinggi hingga penutupan perdagangan. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version