Connect with us

Berita

IHSG Dibuka Menghijau

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya pada awal perdagangan Senin (3/8/2026). Di tengah mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona merah, IHSG justru melesat 36,49 poin atau 0,59 persen ke level 6.272,61, memperpanjang tren positif yang telah tercipta sejak akhir pekan lalu.

Sejak pembukaan, IHSG bergerak di kisaran 6.246 hingga 6.273, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap perdagangan saham domestik meski sentimen eksternal masih membayangi.

Penguatan indeks didorong oleh hampir seluruh sektor utama di Bursa Efek Indonesia. Sektor industri, konsumer non-primer, material dasar, energi, keuangan, properti, infrastruktur, teknologi, hingga konsumer primer kompak bergerak di zona hijau dan menjadi penopang utama kenaikan indeks.

Perhatian investor juga tertuju pada sejumlah saham yang mencatat lonjakan signifikan. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) menjadi bintang perdagangan dengan kenaikan 22,40 persen ke level Rp940.

Tak hanya JKON, reli juga terjadi pada saham BOGA yang melesat 19,40 persen menjadi Rp2.000, serta FPNI yang melonjak 15,27 persen ke posisi Rp470. Kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar juga ikut menopang penguatan IHSG di awal sesi.

Berdasarkan data perdagangan awal, aktivitas transaksi terlihat cukup ramai. Hingga menit-menit pertama perdagangan, sebanyak 1,5 miliar saham telah berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp656,21 miliar melalui lebih dari 103 ribu transaksi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 298 saham menguat, 170 saham melemah, sementara 218 saham bergerak stagnan, menandakan dominasi sentimen positif di lantai bursa.

Kinerja positif ini melanjutkan momentum perdagangan pada akhir pekan lalu ketika IHSG ditutup naik 49,77 poin atau 0,80 persen ke level 6.236,13.

Meski demikian, investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai sekitar Rp250,53 miliar. Tekanan jual terbesar terjadi pada saham MSIN sebesar Rp160,48 miliar, disusul UNTR sebesar Rp106,42 miliar, dan BBCA sekitar Rp100,40 miliar.

Menguatnya IHSG di tengah tekanan pasar regional menjadi sinyal bahwa minat investor terhadap saham domestik masih terjaga. Namun, pelaku pasar tetap mencermati pergerakan dana asing, kondisi ekonomi global, serta sentimen eksternal yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan pada sesi berikutnya. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version