RAGAM
Nama Bung Hatta Diabadikan untuk Spesies Baru Jadi Begonia hattae
AKTUALITAS.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendeskripsikan Begonia hattae sebagai spesies baru tumbuhan begonia asal Perbukitan Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Taprobanica Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026 setelah melalui eksplorasi lapangan, pengumpulan spesimen, budidaya koleksi hidup, dan pemeriksaan morfologi.
“Eksplorasi botani yang dilakukan secara intensif masih membuka peluang ditemukannya jenis-jenis tumbuhan yang belum pernah dideskripsikan,” kata peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN Muhammad Efendi dalam keterangan yang dikutip Selasa (28/7/2026).
Nama Begonia hattae dipilih untuk menghormati Mohammad Hatta atau Bung Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat. Penamaan itu sekaligus menghubungkan identitas spesies baru tersebut dengan tokoh nasional dan wilayah tempat tumbuhan itu ditemukan.
Hasil penelitian Begonia hattae spesies baru tersebut diterbitkan melalui artikel berjudul “A New Begonia Species (Begoniaceae) and Three Rediscoveries from West Sumatra”. Naskah penelitian terbit secara resmi pada (16/7/2026) setelah melewati proses penelaahan ilmiah.
Penelitian tersebut melibatkan Muhammad Efendi dan Intani Quarta Lailaty dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Wisnu Handoyo Ardi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Yudi Suhendri dari Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN.
Tim melakukan eksplorasi lapangan pada 2022 hingga 2023 di sejumlah wilayah Sumatra Barat. Lokasi penelitian meliputi Padang, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Pasaman Barat.
Dalam kegiatan tersebut, para peneliti mengumpulkan biji, spesimen herbarium, dan koleksi hidup. Sampel kemudian dibudidayakan di Kebun Raya Cibodas untuk diamati secara intensif sebelum tim menentukan identitas dan status taksonominya.
Pemeriksaan dilakukan terhadap bunga, buah, daun, dan bagian morfologi lainnya. Tahapan tersebut diperlukan untuk membandingkan karakter tumbuhan yang ditemukan dengan spesies begonia yang telah lebih dahulu dikenal.
Begonia hattae memiliki kemiripan dengan Begonia raoensis. Namun, para peneliti menemukan sejumlah karakter pembeda pada bentuk daun, jumlah tepal bunga jantan dan betina, jumlah benang sari yang lebih sedikit, serta tidak adanya rambut berbentuk cincin pada ujung tangkai daun.
Rangkaian karakter tersebut menjadi dasar ilmiah penetapan Begonia hattae sebagai spesies tersendiri. Penelitian itu sekaligus memperlihatkan bahwa eksplorasi intensif di berbagai wilayah Sumatra Barat masih berpeluang menghasilkan temuan tumbuhan yang belum pernah dideskripsikan.
Selain mendeskripsikan spesies baru, tim BRIN mengonfirmasi kembali keberadaan tiga spesies begonia yang lama tidak tercatat di habitat alaminya. Ketiganya ialah Begonia halabanensis, Begonia goegoensis, dan Begonia longipedunculata.
Tim juga menemukan Begonia lilliputana di Sumatra Barat. Sebelumnya, spesies tersebut hanya diketahui tumbuh di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.
Di tengah temuan ilmiah tersebut, habitat alami Begonia hattae menghadapi tekanan akibat aktivitas pertambangan. Lokasi penemuannya berada di ekosistem hutan batu kapur Halaban yang juga menjadi tempat tumbuh sejumlah spesies begonia endemik.
“Habitat alami tumbuhan endemik memerlukan perhatian serius,” ujar Efendi.
BRIN menekankan pentingnya data mengenai identitas dan persebaran spesies sebagai landasan penyusunan strategi konservasi. Lembaga tersebut terus mendorong eksplorasi, inventarisasi, dan penelitian biosistematika untuk mendokumentasikan keanekaragaman tumbuhan serta mendukung perlindungan kekayaan hayati Indonesia.
-
POLITIK27/07/2026 21:00 WIBNarasi Prabowo soal “Londo Ireng” Ciptakan Permusuhan dan Anti Demokrasi
-
RIAU27/07/2026 20:00 WIBNapi Kasus Narkoba Kabur Saat Berobat di Pekanbaru, Tiga Petugas Diperiksa
-
FOTO27/07/2026 21:30 WIBFOTO: Megawati Resmikan Monumen Kudatuli
-
EKBIS28/07/2026 11:30 WIBEmas Antam Jeblok Rp9.000 per Gram
-
NASIONAL27/07/2026 20:47 WIBJampidsus Kuntadi Diminta Buka Kembali Kasus Dugaan Korupsi IUP Kutai Barat
-
NASIONAL28/07/2026 10:00 WIBKomdigi Pasang Badan Usai Prabowo Dihujani Kritik soal ‘Londo Ireng’
-
NASIONAL27/07/2026 19:30 WIBEffendi Gazali Pertanyakan Legalitas Sekolah Internasional Berlabel SPK
-
PAPUA TENGAH27/07/2026 20:20 WIBDPRP Papua Tengah Desak Pemerintah Evaluasi Pasukan Non-organik di Intan Jaya