Connect with us

EKBIS

IHSG Naik 0,17% ke Level 6.187 pada Perdagangan Awal Pekan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan berlangsung dramatis. Sempat dibuka menguat, indeks langsung terseret ke zona merah hanya dalam hitungan menit sebelum akhirnya bangkit dan kembali menghijau.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.30 WIB, Senin (22/6/2026), IHSG menguat 10,568 poin atau 0,17 persen ke level 6.187,707 setelah sebelumnya mengalami fluktuasi tajam sejak pembukaan perdagangan.

Penguatan tersebut ditopang oleh dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 302 emiten mencatat kenaikan harga, sementara 259 saham melemah dan 173 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan antusiasme pelaku pasar yang cukup tinggi. Hingga pukul 09.30 WIB, nilai transaksi telah mencapai Rp2,627 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,418 miliar lembar saham.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya sempat melonjak 0,55 persen ke level 6.217. Namun optimisme itu tak bertahan lama karena aksi jual langsung menyeret indeks turun ke kisaran 6.175.

Tekanan tersebut akhirnya mampu diredam. IHSG kembali berbalik arah dan menguat seiring derasnya aksi beli yang mendorong mayoritas sektor kembali ke zona hijau.

Penguatan pasar dipimpin sektor infrastruktur yang melonjak sekitar 2,70 persen, disusul sektor energi sebesar 1,14 persen serta teknologi yang menguat 0,81 persen.

Di tengah penguatan pasar, sejumlah saham juga menjadi pusat perhatian setelah melesat tajam. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), mencerminkan derasnya minat beli sejak awal perdagangan.

Sementara itu, Indeks LQ45 yang dihuni saham-saham berkapitalisasi besar turut bergerak positif dengan kenaikan 0,78 persen ke posisi 614,14.

Meski sempat dibayangi tekanan jual pada awal sesi, rebound yang terjadi menunjukkan minat beli investor masih cukup kuat. Pelaku pasar kini menantikan apakah momentum positif ini mampu bertahan hingga penutupan perdagangan atau kembali tertahan aksi ambil untung pada sesi berikutnya. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version