Connect with us

EKBIS

Airlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Aktualitas.id -

Menko Ekon Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers, usai mengikuti rapat mengenai restrukturisasi kredit UMKM, Senin (17/07/2023), di Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Agung)

AKTUALITAS.ID – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir Desember 2026. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menegaskan bahwa menjaga daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah di tengah tingginya harga minyak dunia.

Airlangga mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap difungsikan sebagai shock absorber atau peredam gejolak untuk menjaga stabilitas harga energi nasional.

Menurutnya, kebijakan tersebut tetap dijalankan meskipun rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang Semester I-2026 telah mencapai US$90,46 per barel, jauh di atas asumsi yang digunakan dalam APBN.

“Prinsip pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Ia menegaskan kebijakan mempertahankan harga Pertalite merupakan bagian dari arahan Presiden agar masyarakat tidak terbebani kenaikan biaya energi di tengah dinamika ekonomi global.

Selain menjaga harga BBM subsidi, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan implementasi program biodiesel B50.

Airlangga menjelaskan penerapan B50 diharapkan mampu mengurangi bahkan menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

“Dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar. Dan sebetulnya dengan harga sekarang juga relatif pemanfaatan subsidi relatif kecil untuk B50,” katanya.

Program B50 merupakan kebijakan pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar, yang ditujukan untuk menekan impor bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dalam negeri.

Pemerintah berharap kombinasi antara stabilisasi harga BBM subsidi dan penguatan bauran energi nasional dapat menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat hingga akhir tahun.

Kepastian yang disampaikan Airlangga berarti komitmen pemerintah saat ini adalah mempertahankan harga Pertalite hingga Desember 2026. Namun, kebijakan harga BBM tetap menjadi kewenangan pemerintah dan dapat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi fiskal, harga energi global, serta keputusan resmi yang berlaku di kemudian hari. (Andrey/Mun)

TRENDING

Exit mobile version