POLITIK
Pengamat: Wacana 2 Periode Prabowo – Gibran Dinilai Punya Misi Tersembunyi
AKTUALITAS.ID – Menguatnya wacana Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode dinilai bukan sekadar bentuk dukungan politik biasa. Sejumlah pengamat melihat narasi tersebut mulai mengarah pada upaya menjaga soliditas koalisi sekaligus mengurangi potensi gesekan politik menjelang Pilpres 2029.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai kemunculan wacana dua periode sejak awal masa pemerintahan merupakan langkah politik yang memiliki dampak strategis terhadap dinamika internal koalisi.
Menurut Arifki, ketika arah dukungan menuju 2029 mulai dibicarakan lebih awal, ruang kompetisi di antara partai-partai koalisi dapat berubah sehingga perhatian lebih banyak diarahkan pada stabilitas pemerintahan saat ini.
“Wacana Prabowo-Gibran dua periode ini adalah langkah pengamanan stabilitas. Ketika arah 2029 sudah dipatok sejak sekarang, tensi perebutan kekuasaan di internal koalisi bisa diredam agar semua pihak tetap fokus pada kinerja pemerintahan,” ujar Arifki, Rabu (24/6/2026).
Ia juga menilai dukungan yang turut disuarakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dapat dibaca sebagai sinyal adanya konsolidasi politik di tingkat elite.
Arifki berpendapat, apabila muncul persepsi bahwa pasangan Prabowo-Gibran berpotensi kembali diusung pada Pilpres 2029, maka ruang kompetisi untuk memperebutkan posisi calon wakil presiden akan semakin terbatas. Kondisi tersebut, menurutnya, akan memengaruhi perhitungan politik partai-partai yang berada di dalam koalisi.
Ia menyebut sejumlah tokoh seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), hingga Zulkifli Hasan (Zulhas) selama ini kerap disebut memiliki modal politik untuk tampil pada kontestasi nasional. Karena itu, wacana dua periode dinilai turut memengaruhi strategi jangka panjang partai-partai pengusung pemerintah.
Meski demikian, Arifki menegaskan arah politik menuju 2029 pada akhirnya tetap akan ditentukan oleh penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan selama beberapa tahun ke depan, bukan semata-mata oleh wacana yang berkembang di kalangan elite.
Ia juga mengingatkan bahwa semakin sering isu dua periode dibahas di ruang publik, semakin besar pula peluang munculnya dinamika politik di internal koalisi, mengingat setiap partai akan mulai menyusun strategi dan menghitung posisi tawarnya menjelang kontestasi berikutnya. (Bowo/Mun)
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
POLITIK23/06/2026 17:01 WIBDjarot: Jokowi Itu Siapkan Gibran Jadi Presiden Ketimbang Dukung Dua Periode Prabowo
-
NASIONAL23/06/2026 17:16 WIBIstana akan Telusuri Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Demo dan Audiensi dengan Wapres
-
NASIONAL23/06/2026 17:30 WIBUU Polri Baru Resmi Berlaku, Polri Siapkan Aturan Turunan
-
EKBIS23/06/2026 16:30 WIBBea Cukai Sita 6.747 Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53,98 Miliar, Menkeu: Saya Tindak Tegas
-
NUSANTARA23/06/2026 17:44 WIBPolda Jabar Utamakan Pemulihan Trauma YTR Sebelum Pemeriksaan
-
JABODETABEK23/06/2026 16:46 WIBParkiran di Cawang Tidak Tertib, Ini Kata Kadishub Jaktim
-
OLAHRAGA23/06/2026 18:00 WIBPemerintah Siapkan Program Besar untuk Timnas, Target Lolos Piala Dunia 2030