Connect with us

EKBIS

IHSG 5.247 Anjlok

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Kamis (22/10/2026) dibuka dengan tekanan besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terperosok tajam lebih dari 80 poin sebelum akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan di tengah tingginya aktivitas transaksi.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung melemah 80,75 poin atau 1,52 persen ke level 5.247. Tekanan jual mendominasi pasar dengan sebanyak 535 saham berada di zona merah, hanya 75 saham yang menguat dan 90 saham stagnan.

Data perdagangan menunjukkan IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah harian di posisi 5.185, menandakan besarnya tekanan yang menghantam pasar saham domestik sejak awal sesi.

Gelombang aksi jual terlihat hampir merata di berbagai sektor. Hingga awal perdagangan, sebanyak 516 saham tercatat melemah, sementara hanya 87 saham yang berhasil menguat. Kondisi ini memperlihatkan sentimen pelaku pasar masih cenderung berhati-hati.

Namun drama belum berakhir. Setelah sempat tertekan dalam, IHSG perlahan bangkit dari zona pelemahan. Pada pukul 09.20 WIB, indeks berhasil berbalik arah dan naik 10,75 poin atau 0,20 persen ke level 5.339,1.

Penguatan tersebut berlanjut hingga pukul 09.28 WIB ketika IHSG tercatat melonjak 0,61 persen ke level 5.363,55. Pergerakan tajam dari zona merah menuju zona hijau menunjukkan tingginya volatilitas pasar pada perdagangan pagi ini.

Aktivitas transaksi juga terbilang sangat ramai. Hingga sekitar pukul 09.30 WIB, nilai transaksi mencapai Rp3,13 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 6,47 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai lebih dari 400 ribu kali.

Seiring membaiknya pergerakan indeks, jumlah saham yang menguat meningkat menjadi 334 saham. Sementara 275 saham masih melemah dan 152 saham bergerak stagnan.

Meski sempat menunjukkan perlawanan, performa IHSG secara jangka menengah masih menjadi perhatian. Secara bulanan indeks tercatat melemah 16,50 persen. Dalam tiga bulan terakhir IHSG turun 17,05 persen, dalam enam bulan terkoreksi 29,49 persen, dan sepanjang tahun 2026 telah merosot hingga 39,18 persen.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada perdagangan pagi ini berada di kisaran Rp9.464 triliun, mencerminkan masih besarnya nilai pasar saham domestik meski menghadapi tekanan yang cukup berat.

Analis menilai volatilitas tinggi seperti ini menunjukkan pelaku pasar sedang mencari arah baru di tengah berbagai sentimen global dan domestik. Pergerakan yang sempat ambruk lalu berbalik menguat menjadi sinyal bahwa pertarungan antara aksi jual dan aksi beli masih berlangsung sengit.

IHSG memang berhasil bangkit dari tekanan awal, namun fakta bahwa indeks sempat jatuh ke level 5.185 menunjukkan kepercayaan pelaku pasar masih rapuh. Bursa sedang menghadapi ujian besar, dan setiap sentimen baru berpotensi memicu pergerakan ekstrem dalam waktu singkat. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version