EKBIS
Pagi-Pagi Rupiah Bikin Dolar AS Mundur
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan taringnya. Pada pembukaan perdagangan Rabu (26/8/2026), rupiah spot menguat ke level Rp17.689 per dolar AS, naik 0,19% dari sehari sebelumnya di Rp17.723.
Data Bloomberg mencatat rupiah sempat berada di Rp17.695 per USD, sementara Yahoo Finance menempatkan rupiah di Rp17.699. Refinitiv bahkan mencatat rupiah dibuka positif di Rp17.670 per USD, terapresiasi 0,20%.
Penguatan ini terjadi seiring dolar AS tertekan menjelang rilis data inflasi dan sinyal kebijakan The Fed. Indeks dolar (DXY) melemah tipis 0,01% ke posisi 98,905, melanjutkan pelemahan 0,09% sehari sebelumnya.
Di Asia, mayoritas mata uang kompak menguat terhadap dolar. Ringgit Malaysia memimpin dengan kenaikan 0,38%, disusul peso Filipina 0,25%, rupiah 0,19%, yen Jepang 0,16%, dolar Taiwan 0,08%, won Korea 0,09%, dolar Singapura 0,02%, dan yuan China 0,01%. Satu-satunya yang melemah adalah dolar Hong Kong dengan penurunan 0,03%.
Analis pasar Ibrahim Assuaibi memperingatkan rupiah masih akan bergerak fluktuatif. Ia memproyeksikan rupiah ditutup melemah di kisaran Rp17.730–Rp17.750 per USD, dengan sentimen eksternal terkait sanksi ekonomi AS terhadap Iran yang meredakan kekhawatiran pasokan minyak.
Penguatan rupiah hari ini menjadi sinyal bahwa mata uang Garuda masih mampu bertahan di tengah tekanan global, meski arah jangka pendek tetap penuh ketidakpastian. (Firman/Mun)
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
NASIONAL25/08/2026 17:00 WIBMK Didesak Tegaskan Batas Masa Jabatan Kapolri
-
NUSANTARA25/08/2026 19:00 WIBGempa Flores 1992 Lebih Mematikan dari 2026
-
NASIONAL25/08/2026 14:00 WIBBNPB: NTT Diguncang 6.409 Gempa Susulan
-
RIAU25/08/2026 15:30 WIBTitik Api Pelalawan Turun 50%
-
DUNIA25/08/2026 15:00 WIBInggris Buka Akses Teknologi Rudal ke Ukraina