DUNIA
Iran Ancam Korsel Jika Ikut Pasukan AS
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah memanas. Iran melontarkan ancaman tajam dan terbuka kepada Korea Selatan agar tidak ikut campur dalam konflik di Selat Hormuz. Jika Seoul nekat bergabung dengan koalisi maritim pimpinan Amerika Serikat, Teheran memastikan akan menetapkan Korsel sebagai musuh dan menargetkan seluruh aset mereka di kawasan tersebut.
Peringatan keras ini disampaikan oleh pakar politik top Iran, Mohammad Marandi. Ia menegaskan, langkah Korsel untuk ikut mengamankan jalur navigasi bersama AS justru akan menjadi bumerang fatal bagi kepentingan Seoul di Timur Tengah.
“Jika Korea Selatan berpartisipasi dalam perang melawan Iran ini, Iran akan menganggapnya sebagai musuh,” tegas Marandi kepada jaringan Al Mayadeen, dikutip Middle East Eye, Minggu (6/9/2026).
Ancaman tersebut tidak main-main. Marandi membocorkan bahwa Teheran tidak hanya akan membidik instalasi militer, melainkan siap menghancurkan aset-aset sipil maupun ekonomi milik Korsel yang tersebar di negara-negara Teluk, seperti Kuwait, Qatar, dan Bahrain.
“Korea sangat rentan terhadap Iran. Iran bisa melukai mereka dengan sangat parah,” imbuhnya.
Bahkan, Marandi dengan tajam mencemooh rencana pengiriman armada Korsel. Ia menilai kontribusi militer Seoul terlalu kecil untuk mengubah peta kekuatan AS di kawasan tersebut, namun cukup besar untuk memicu bencana ekonomi bagi Korsel sendiri.
“Apa gunanya satu atau dua kapal dari Korea Selatan? Itu tindakan yang bodoh,” tukasnya.
Di sisi lain, Seoul saat ini tengah berada di posisi terjepit. Keamanan Selat Hormuz adalah urat nadi perekonomian Korea Selatan. Sebanyak 61 persen impor minyak mentah dan 54 persen impor nafta mereka harus melewati jalur rawan tersebut.
Kepresidenan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa mereka sedang menimbang berbagai opsi untuk merespons permintaan AS, mulai dari pengiriman pasukan tempur, dukungan non-tempur, hingga operasi pencarian. Meski demikian, bayang-bayang serangan Iran membuat Seoul harus berpikir dua kali.
“Harap diperhatikan bahwa belum ada keputusan apa pun mengenai kontribusi aktual,” demikian bunyi pernyataan resmi dari Kepresidenan Korsel, meredam spekulasi.
Kini, bola ada di tangan Seoul: memilih mengamankan pasokan minyaknya dengan berlindung di balik AS, atau mundur demi menyelamatkan aset-aset berharganya dari amukan rudal Teheran. (Mun)
-
NASIONAL23/10/2026 07:00 WIBTNI Janji Tindak Lanjut Surat KPK Soal Korupsi BNPB
-
NUSANTARA23/10/2026 08:30 WIBRelawan Karhutla Meninggal Usai Keluhkan Sakit Dada
-
JABODETABEK23/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Mengintai 4 Wilayah Jakarta
-
JABODETABEK23/10/2026 07:30 WIBBocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Kolam Lele Bogor
-
POLITIK23/10/2026 06:00 WIBHasto: Legitimasi Gibran Runtuh Gara-Gara Putusan MK
-
OPINI23/10/2026 12:50 WIB73 Tahun KPU Menjaga Marwah Demokrasi
-
RAGAM23/10/2026 23:00 WIBPemanasan Global Tinggalkan Jejak Mengejutkan di Laut
-
NASIONAL23/10/2026 16:00 WIBSenator ProDem Sebut Luhut Cederai Semangat Prabowo Berantas Korupsi