Connect with us

DUNIA

Iran: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Iran menyindir kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim telah memblokade jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut.

Sindiran itu disampaikan melalui akun resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, yang menyebut bahwa Selat Hormuz bukanlah media sosial yang bisa diblokir secara sepihak.

“Selat Hormuz bukan media sosial. Jika seseorang memblokir Anda, Anda tak bisa hanya memblokir balik mereka,” tulis akun @IraninHyderabad, Selasa (14/4/2026).

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan blokade terhadap Selat Hormuz menyusul kegagalan negosiasi dengan Iran. Trump bahkan mengancam akan menghancurkan kapal-kapal Iran yang mencoba mendekati wilayah tersebut.

“Jika ada kapal yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dihapus,” ujar Trump dalam pernyataan resminya.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Berdasarkan data pelayaran LSEG, sejumlah kapal tanker yang terkait Iran masih terlihat keluar masuk kawasan Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Salah satunya adalah kapal berbendera Panama, Peace Gulf, yang dilaporkan melintas menuju pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab. Selain itu, kapal tanker lain seperti Murlikishan dan Rich Starry, yang juga berada dalam daftar sanksi AS, tetap dapat melintasi jalur tersebut.

Data menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut tidak menuju pelabuhan Iran, sehingga kemungkinan tidak terdampak langsung oleh kebijakan blokade yang diumumkan Washington.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20 hingga 25 persen pasokan minyak global. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu gejolak harga energi dunia.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas blokade yang diklaim Amerika Serikat, sekaligus memperlihatkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Teluk masih jauh dari mereda. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version