Connect with us

DUNIA

Trump Klaim Iran Siap Serahkan Uranium

Aktualitas.id -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan terkait konflik panas Timur Tengah. Trump mengklaim Iran disebut siap menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya tingkat tinggi demi membuka jalan menuju kesepakatan besar dengan Washington.

Isu ini langsung memicu spekulasi bahwa perang dan ketegangan panjang antara AS dan Iran bisa segera mereda.

Menurut laporan yang dikutip dari The New York Times, dua pejabat AS mengungkapkan bahwa persoalan uranium menjadi poin paling krusial dalam proposal perundingan terbaru antara Washington dan Teheran.

Dalam draft kesepakatan yang terus diperbarui, Iran disebut bersedia melepaskan stok uranium yang telah diperkaya tingkat tinggi sebagai bagian dari kompromi nuklir.

Namun, hingga kini belum ada kejelasan soal mekanisme teknis bagaimana uranium tersebut akan dipindahkan atau diserahkan.

Para pejabat AS menyebut detail sensitif itu bakal menjadi fokus utama dalam putaran negosiasi lanjutan program nuklir Iran.

Sebelumnya, AS sempat menuntut moratorium pengayaan uranium selama 20 tahun. Namun Iran hanya menawarkan penghentian sementara dengan durasi jauh lebih singkat.

Meski belum final, sinyal bahwa Iran bersedia melepas uranium yang diperkaya tinggi dinilai menjadi langkah besar yang dapat mengubah arah konflik kawasan.

Laporan itu juga menyebut Iran sempat menolak pembahasan stok uranium dimasukkan dalam tahap awal negosiasi dan meminta isu tersebut dibahas pada fase berikutnya.

Namun negosiator AS dikabarkan memberi ultimatum keras melalui pihak perantara. Washington disebut mengancam menghentikan diplomasi dan melanjutkan serangan terhadap Teheran bila tak ada kesepakatan awal terkait uranium.

Berdasarkan data International Atomic Energy Agency atau IAEA, Iran saat ini memiliki sekitar 970 pon uranium yang diperkaya hingga level 60 persen.

Sampai sekarang, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim Trump tersebut.

Sebaliknya, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sebelumnya menegaskan uranium Iran tidak akan diserahkan ke negara lain.

Gedung Putih pun masih bungkam dan belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan negosiasi tersebut.

Sebelumnya, Trump pada Sabtu (23/5/2026) menyatakan AS hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Meski begitu, Trump belum mengungkap detail hambatan yang masih tersisa sebelum kesepakatan final benar-benar tercapai.

Perundingan lanjutan diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan atau bulan mendatang guna membahas masa depan program nuklir Iran dan mekanisme pengelolaan cadangan uranium yang diperkaya tinggi. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version