DUNIA
AS Klaim Gempur 170 Target di Iran dalam Dua Hari
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Amerika Serikat menyatakan telah menyerang sekitar 170 target di Iran dalam rentang dua hari. Operasi militer tersebut berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) dengan Iran telah berakhir.
Menurut keterangan yang dikutip dari CNN, militer Amerika Serikat menyebut telah menghantam sekitar 80 target pada gelombang serangan pertama, disusul sekitar 90 target pada hari berikutnya. Sebagian besar sasaran disebut berada di wilayah pesisir selatan Iran, sementara beberapa serangan dilaporkan menjangkau wilayah pedalaman hingga bagian utara negara itu.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 78 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa sejumlah infrastruktur sipil terdampak, termasuk sebuah jembatan kereta api di Aqalla yang menurut laporan mengalami kerusakan berat. Klaim mengenai dampak terhadap infrastruktur sipil tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan memberikan respons yang lebih tegas atas operasi militer Amerika Serikat. Hingga kini belum dijelaskan bentuk maupun waktu langkah balasan yang dimaksud.
Sebelum operasi militer berlangsung, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir.
“Itu cuma menghabiskan waktu membuat kesepakatan dengan mereka,” ujar Trump, sebagaimana dikutip media internasional.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan operasi militer setelah, menurut pernyataannya, Iran meluncurkan drone dan rudal ke arah kapal-kapal di kawasan Selat Hormuz.
Hingga saat ini, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih berkembang. Belum ada tanda-tanda kedua negara akan menurunkan eskalasi, sementara komunitas internasional terus mencermati potensi dampak konflik terhadap stabilitas kawasan maupun jalur perdagangan energi global. (Mun)
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
NASIONAL25/08/2026 09:00 WIBBMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Bisa Menembus Negara Tetangga
-
NASIONAL25/08/2026 04:00 WIBDKPP Jatuhkan Sanksi Etik ke Bawaslu Intan Jaya
-
NASIONAL25/08/2026 17:00 WIBMK Didesak Tegaskan Batas Masa Jabatan Kapolri
-
NUSANTARA25/08/2026 19:00 WIBGempa Flores 1992 Lebih Mematikan dari 2026
-
NASIONAL25/08/2026 14:00 WIBBNPB: NTT Diguncang 6.409 Gempa Susulan