POLITIK
Ketum PDIP Beri Komando Jadi ‘Benteng Penyeimbang’ Rezim Prabowo
AKTUALITAS.ID – Ketegangan politik tanah air kembali memanas. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, resmi menerbitkan surat instruksi internal yang menegaskan posisi “harga mati” PDIP dalam peta politik nasional. Lewat surat bernomor 1275/IN/DPP/v/2026 tersebut, Megawati mendeklarasikan bahwa PDIP memilih berdiri di luar lingkaran kekuasaan Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Bukan sebagai penonton, PDIP menasbihkan diri sebagai “Partai Penyeimbang” yang siap mengontrol ketat setiap jengkal kebijakan penguasa. Keaslian surat sakti bertanggal 1 Juli 2026 ini pun sudah diaminkan langsung oleh Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat.
Dalam suratnya, Megawati memberikan “kuliah ketatanegaraan” yang cukup menohok. Ia mengingatkan kembali mandat Kongres VI PDIP di Bali bahwa sistem presidensial Indonesia sejatinya tidak mengenal istilah oposisi harfiah maupun koalisi bagi-bagi kursi.
Presiden RI ke-5 ini menyindir syahwat politik elit yang gemar berkumpul dalam blok-blok kekuasaan demi mengamankan jabatan.
Sentilan Keras Megawati: “Demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi blok-blokan kekuasaan, melainkan demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi!” tulis Megawati tegas dalam surat internal tersebut.
Menariknya, Megawati mengutip teori politik kelas berat dari pakar Giovanni Sartori mengenai responsible opposition. Langkah ini diambil Mega untuk menyerang balik kelompok irresponsible opposition alias barisan oposisi sakit hati yang hobi mengkritik pemerintah tanpa peduli nasib stabilitas negara.
Namun, jangan dikira PDIP akan lembek. Megawati justru melempar sinyal peringatan keras (warning) kepada rezim Prabowo. Ia menekankan bahwa dalam sistem presidensial, keberlangsungan pemerintah tidak ditentukan oleh dukungan mayoritas mutlak di DPR. Artinya, jika penguasa melenceng dari konstitusi dan menyengsarakan rakyat, mekanisme pemakzulan (impeachment) tetap membayangi di ujung jalan.
“Politik tak boleh semata menjadi alat mencari kekuasaan dan jabatan. PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang tidak menempatkan diri sebagai kekuatan yang menolak pemerintah secara apriori,” tegas Mega.
Melalui maklumat ini, PDIP mengirim pesan horizontal yang sangat jelas: Mereka tidak akan membiarkan pemerintahan Prabowo melenggang tanpa koreksi. Jika kebijakan istana berpihak pada rakyat, PDIP akan pasang badan. Namun jika istana mulai melenceng, siap-siap saja menghadapi hantaman dari banteng moncong putih! (Bowo/Mun)
-
NASIONAL23/08/2026 21:30 WIBProjo HUT ke-12, Budi Arie Soroti Korupsi di Sekitar Kekuasaan
-
NASIONAL23/08/2026 17:00 WIBPemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana
-
FOTO24/08/2026 11:15 WIBFOTO: Momen Budi Arie Potong Tumpeng Rayakan HUT ke-12 Projo
-
NASIONAL24/08/2026 07:00 WIBPrabowo Siap Terbang ke NTT Usai Tinjau Karhutla Kalimantan
-
JABODETABEK24/08/2026 06:30 WIBSenin Ini SIM Keliling Hadir di 5 Wilayah Jakarta
-
NUSANTARA23/08/2026 20:00 WIBDalam Hitungan Menit, Api Melahap Desa Adat Sade
-
DUNIA23/08/2026 18:00 WIBMiliter Myanmar Hantam Warga Sipil di Biara
-
JABODETABEK23/08/2026 19:00 WIBPolda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 M di Tangsel