RAGAM
Erupsi Anak Krakatau Hantam Wisata Selat Sunda
AKTUALITAS.ID – Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada sektor pariwisata di kawasan Selat Sunda. Pembatasan aktivitas di sekitar gunung demi alasan keselamatan membuat sejumlah pelaku usaha wisata kehilangan pelanggan, sementara pembatalan perjalanan terus bertambah.
Pelaku usaha jasa wisata open trip Krakatau, Chandra, mengatakan wisatawan kini hanya diperbolehkan menikmati pemandangan Gunung Anak Krakatau dari atas kapal dengan jarak aman. Aktivitas mendarat di kawasan gunung dihentikan mengikuti rekomendasi otoritas kebencanaan.
“Sekarang enggak bisa ke sana, cuma melihat dari jauh. Dari atas kapal saja, habis itu balik lagi,” ujar Chandra saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).
Menurut Chandra, pembatasan tersebut mulai berlaku setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat dan otoritas menetapkan larangan mendekati radius berbahaya di sekitar gunung.
Sebelum kebijakan itu diterapkan, paket wisata menuju kawasan Krakatau masih menjadi salah satu destinasi favorit. Dalam satu perjalanan, kapal biasanya mengangkut sekitar 50 wisatawan dengan tarif sekitar Rp400 ribu per orang yang sudah mencakup transportasi laut, penginapan di Pulau Sebesi, konsumsi, dokumentasi, dan perlengkapan keselamatan.
Namun, sejak aktivitas vulkanik meningkat, banyak calon wisatawan memilih membatalkan keberangkatan. Sebagian bahkan mengalihkan tujuan liburan ke destinasi lain di Lampung.
“Kemarin sudah ada satu rombongan yang batal. Ada yang dari Bekasi, dari Palembang juga akhirnya enggak jadi ke Krakatau, mereka pindah wisata ke Pahawang,” ungkapnya.
Chandra mengaku tidak ingin mengambil risiko dengan membawa wisatawan mendekati kawasan yang berpotensi terdampak erupsi. Menurutnya, keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama mengingat potensi paparan abu vulkanik maupun gas yang dapat membahayakan kesehatan.
“Saya enggak mau memaksa. Takut beracun. Kita enggak tahu kondisi kesehatan masing-masing orang. Mending enggak usah dipaksakan,” katanya.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata Gunung Anak Krakatau. Frekuensi perjalanan yang biasanya rutin setiap pekan kini berkurang karena minimnya jumlah wisatawan.
“Kalau wisata Krakatau tutup ya sepi. Penghasilan pasti menurun. Biasanya seminggu bisa ada trip, sekarang banyak yang batal,” ujarnya.
Untuk mempertahankan usahanya, Chandra sementara mengalihkan layanan dengan melayani penyeberangan penumpang dari Pelabuhan Canti menuju Pulau Sebesi dan sebaliknya sambil menunggu kondisi Gunung Anak Krakatau kembali dinyatakan aman untuk aktivitas wisata.
“Sekarang ngangkut penumpang dari Canti ke Sebesi saja. Sambil nunggu kondisi Krakatau benar-benar normal lagi,” tuturnya.
Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak pada aspek keselamatan dan aktivitas pelayaran, tetapi juga memengaruhi roda perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata. Para pelaku usaha berharap kondisi vulkanik segera membaik sehingga kegiatan wisata dapat kembali berjalan sesuai rekomendasi otoritas yang berwenang. (Irawan/Mun)
-
NASIONAL07/07/2026 07:00 WIBHeboh! Anak Menteri PU Masuk Rombongan Kunker ke New York
-
NASIONAL06/07/2026 17:15 WIBAHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK
-
POLITIK06/07/2026 20:30 WIBPengamat Nilai Wacana Gibran Maju pada Pilpres 2029 Cerminkan Kepercayaan Diri Pendukung
-
RIAU06/07/2026 23:30 WIBBupati Kasmarni Terima Penghargaan JDIHN Terbaik II Tingkat Provinsi Riau
-
NASIONAL07/07/2026 13:00 WIBFernando Emas Desak Dody Hanggodo Minta Maaf
-
JABODETABEK06/07/2026 23:59 WIBJosephine Simanjuntak Perjuangkan Bantuan Pendidikan Anak Janda Pengemudi Ojol
-
NUSANTARA06/07/2026 16:30 WIBKonser Amal dengan Wali Band, Herman Deru Ajak Warga Peduli Palestina
-
RIAU07/07/2026 00:30 WIBBupati Tutup Bengkalis Durian Fest 2026, Dorong Durian Lokal Jadi Destinasi Wisata