Connect with us

OTOTEK

Gunakan Drone untuk Bertani, Produktivitas Pertanian Merauke Meningkat

Aktualitas.id -

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan operator muda Papua mengoperasikan drone pertanian di Merauke.

AKTUALITAS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, penguasaan teknologi oleh putra daerah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat target swasembada pangan nasional. Hal tersebut terbukti dengan kemampuan generasi muda Papua mengoperasikan drone dan berbagai alat mesin pertanian modern yang dinilai setara dengan praktik pertanian di negara maju.

“Kami bangga melihat operator yang merupakan putra daerah. Transformasi pertanian modern mulai menunjukkan hasil nyata. Inilah tujuan kita, transfer teknologi kepada putra putri terbaik daerah ini,” kata Amran Saat meninjau kegiatan tanam padi bersama petani di Kampung Waninggap Kai, Sabtu (4/7/2026)

Menurutnya, penggunaan drone, rice transplanter, combine harvester hingga traktor modern membuat proses budidaya padi menjadi lebih efisien dibanding metode konvensional. Teknologi tersebut kini digunakan mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga panen.

“Teknologi yang digunakan di Merauke sudah sejajar dengan Jepang, Amerika, dan negara negara lain,” ujarnya.

Amran juga menyoroti keberhasilan operator drone asal Papua, Celivius Gebze, yang dinilainya menjadi contoh keberhasilan program modernisasi pertanian. Kemampuan mengoperasikan teknologi pertanian telah membuka peluang ekonomi baru bagi anak muda di Merauke.

“Tadi yang menggunakan drone ada Pak Celivius Gebze. Sudah beli mobil karena bekerja di sektor pertanian menggunakan teknologi,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan, dengan teknologi selain mempercepat pekerjaan di lapangan, penerapan mekanisasi turut meningkatkan intensitas tanam. Jika rata rata nasional masih berada pada kisaran 1,6 hingga 1,7 kali tanam per tahun, di Merauke angka tersebut telah mencapai sekitar dua kali tanam setiap tahun dan masih berpotensi terus meningkat.

Produktivitas panen juga menunjukkan tren positif. Panen yang sebelumnya hanya sekitar tiga ton per hektare kini meningkat menjadi empat hingga tujuh ton per hektare di sejumlah lokasi.

“Dulu produksinya tiga ton. Sekarang sudah ada yang empat ton, lima ton, enam ton sampai tujuh ton. Ini untuk kesejahteraan masyarakat sehingga pendapatan mereka meningkat,” katanya.

Mentan menambahkan seluruh alat dan mesin pertanian yang disalurkan pemerintah merupakan aset masyarakat Papua. Kementerian Pertanian juga akan memperkuat pendampingan agar seluruh tahapan budidaya dilakukan menggunakan teknologi modern, termasuk penyediaan fasilitas pengering hasil panen.

Saat berada di lokasi, Amran bahkan mencoba langsung mengoperasikan traktor modern bersama operator lokal. Ia mengaku terkesan melihat kemampuan para pemuda Papua mengendalikan alat tersebut dengan baik.

Pemerintah mencatat hingga 2026 pengembangan kawasan pangan di Papua telah mencapai 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan. Papua Selatan menjadi wilayah terbesar dengan luas cetak sawah 48.934 hektare dan optimalisasi lahan mencapai 53.499 hektare.

Program tersebut ikut mendorong kenaikan indeks pertanaman menjadi sekitar 1,82 hingga 2,00, disertai peningkatan produksi beras dan pendapatan petani. Pemerintah berharap modernisasi pertanian di Merauke mampu melahirkan lebih banyak operator muda yang menguasai teknologi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (Yan)

TRENDING

Exit mobile version