Connect with us

NASIONAL

Akademisi UKI: Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045

Aktualitas.id -

Dosen Ilmu Politik Universitas Katolik Indonesia (UKI) Gaston Otto Malindir

AKTUALITAS.ID – Dosen Ilmu Politik Universitas Katolik Indonesia (UKI) Gaston Otto Malindir menegaskan generasi muda menjadi penentu tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 18 Agustus 2026 dinilai menjadi waktu penting bagi anak muda untuk mempersiapkan kapasitas, memperkuat persatuan, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

“Kita tahu bersama bahwa di tahun 2045 yang akan datang, harapan bersama bahwa kita akan mencapai era keemasan bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan, dan itu bertumpu pada generasi muda hari ini,” ujar Gaston.

Langkah tersebut, kata Gaston, perlu dilakukan sejak dini karena Indonesia Emas 2045 tidak dapat dicapai secara instan. Besarnya jumlah generasi muda dan bonus demografi harus diikuti kesiapan menghadapi tantangan pembangunan.

“Perlu ada kesadaran bersama dari generasi muda hari ini untuk mempersiapkan diri sejak dini. Kalau tidak begitu, Indonesia Emas 2045 tidak lebih dari hanya sekadar angan,” katanya.

Gaston menjelaskan persiapan itu dapat dilakukan melalui pendidikan, peningkatan kapasitas, serta kontribusi sesuai dengan bidang masing-masing. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi bagian dari jumlah penduduk produktif, tetapi juga harus memiliki kompetensi dan kesadaran untuk berkontribusi bagi negara.

Selain meningkatkan kapasitas, Gaston mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan maupun persoalan yang berkembang di masyarakat tidak boleh membuat generasi muda mudah terprovokasi.

“Pemuda sebagai generasi penerus bangsa, jangan sampai terprovokasi dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Upaya menjaga persatuan, menurut Gaston, menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Generasi muda perlu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan tertentu yang dapat memicu perpecahan.

“Apapun perbedaan yang ada, apapun problem yang terjadi, ingatlah bahwa ada kepentingan besar yang harus dikedepankan, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

Gaston menambahkan kemerdekaan Indonesia bukan sekadar warisan sejarah yang diperingati setiap tahun. Kemerdekaan juga menjadi tanggung jawab yang harus diteruskan generasi berikutnya melalui tindakan nyata.

Dalam konteks Indonesia Emas 2045, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton. Mereka perlu mempersiapkan diri, meningkatkan kemampuan, serta berani mengambil peran dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dapat menjadi refleksi bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi saat ini. Kesiapan sumber daya manusia dan komitmen menjaga persatuan menjadi modal penting agar cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar terwujud.

TRENDING

Exit mobile version