EKBIS
Rupiah Belum Bangkit Meski Dolar AS Mulai Melemah
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Selasa (7/7/2026) tanpa banyak perubahan. Mata uang Garuda bergerak datar di level Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu arah baru dari sentimen global maupun domestik.
Pada perdagangan pagi, rupiah tercatat tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang juga berada di level Rp17.995 per dolar AS.
Mengacu pada data Bloomberg sehari sebelumnya, rupiah sempat menguat tipis lima poin ke level Rp17.990 per dolar AS. Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di kisaran Rp17.994 per dolar AS, sedikit lebih lemah dibandingkan posisi pembukaan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan yang relatif terbatas menunjukkan belum adanya katalis kuat yang mampu mendorong perubahan signifikan di pasar valuta asing. Pelaku pasar masih mencermati berbagai perkembangan, termasuk data ekonomi terbaru serta arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Meski sempat melemah tipis pada awal perdagangan, rupiah kembali menguat ke kisaran Rp17.992 per dolar AS, menandakan adanya keseimbangan antara permintaan dan penawaran valuta asing di pasar.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sekitar 0,17 persen, disusul yen Jepang yang naik 0,16 persen dan ringgit Malaysia yang menguat 0,15 persen.
Peso Filipina, dolar Singapura, dan yuan China juga mencatatkan kenaikan, sementara baht Thailand dan dolar Taiwan mengalami pelemahan tipis. Dolar Hong Kong bergerak relatif stabil dengan kecenderungan sedikit melemah terhadap dolar AS.
Sentimen eksternal turut dipengaruhi pelemahan dolar AS di pasar global. Investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat setelah laporan ketenagakerjaan terbaru menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk bergerak lebih stabil. Namun hingga perdagangan pagi ini, rupiah masih memilih bergerak terbatas sambil menunggu arah kebijakan moneter global dan sentimen ekonomi berikutnya yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA21/08/2026 07:30 WIBAsap Karhutla di Kalteng Picu 66 Ribu Kasus ISPA
-
NASIONAL21/08/2026 09:00 WIBMA Larang Kasasi Putusan Bebas
-
EKBIS21/08/2026 09:30 WIBIHSG Naik 22 Poin di Awal Perdagangan
-
NASIONAL21/08/2026 10:00 WIBRektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjerat OTT KPK
-
POLITIK21/08/2026 07:00 WIBDede Yusuf: Para Sekjen Parpol Sudah Bertemu Bahas RUU Pemilu
-
DUNIA21/08/2026 08:00 WIBIran Resmi Tandai California Jadi Milik Mereka
-
NUSANTARA21/08/2026 08:30 WIBNapi Sukabumi Kabur Jelang Bebas
-
JABODETABEK21/08/2026 06:30 WIBLayanan SIM Keliling DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026