EKBIS
Rupiah Menguat Saat Mata Uang Asia Bergerak Campuran
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah berhasil bangkit pada pembukaan perdagangan Jumat (2/10/2026). Setelah mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kembali bergerak di kisaran Rp17.900 per dolar AS.
Data pasar menunjukkan rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada di level Rp17.925 per dolar AS atau menguat 0,08 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp17.940 per dolar AS.
Sementara itu, data Bloomberg mencatat hingga pukul 09.24 WIB rupiah berada di posisi Rp17.941 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan penguatan sebesar 25 poin atau 0,14 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.966 per dolar AS.
Adapun berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga bergerak positif di level Rp17.932 per dolar AS atau menguat tipis delapan poin dibanding posisi sebelumnya Rp17.940 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan melemahnya pasangan USD/IDR yang pada pukul 09.10 WIB turun 7,8 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp17.927,8 per dolar AS.
Di tengah pergerakan tersebut, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia terpantau berada di level 102,107 pada pukul 09.00 WIB.
Meski rupiah berhasil menguat, pergerakan dolar AS terhadap mata uang global masih bervariasi. Greenback tercatat menguat terhadap euro, dolar Singapura, dolar Australia dan pound sterling.
Dolar AS naik sekitar 0,30 persen terhadap euro, menguat 0,11 persen terhadap dolar Australia serta bertambah 0,02 persen terhadap dolar Singapura. Mata uang Amerika itu juga menguat tipis terhadap pound sterling.
Namun di sisi lain, dolar AS justru tertekan terhadap yen Jepang dan yuan China. Greenback tercatat melemah 0,09 persen terhadap yen serta turun 0,02 persen terhadap yuan.
Pergerakan rupiah juga terjadi saat sejumlah mata uang Asia menunjukkan arah berbeda-beda. Yuan China menguat 0,02 persen, peso Filipina naik 0,19 persen dan yen Jepang bertambah 0,02 persen.
Sebaliknya, ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,05 persen dan won Korea Selatan terkoreksi 0,16 persen. Dolar Hong Kong terpantau bergerak stabil.
Di pasar global, mayoritas mata uang negara maju masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS. Euro, pound sterling, dolar Australia, dolar Kanada dan franc Swiss tercatat melemah sepanjang sesi perdagangan pagi.
Kondisi tersebut menunjukkan rupiah mampu mempertahankan penguatan di tengah sentimen global yang masih berfluktuasi. Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan moneter global dan perkembangan ekonomi internasional yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang dalam beberapa waktu ke depan. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA01/10/2026 12:30 WIBKarhutla Mengamuk di Lereng Gunung Salu Lovu
-
DUNIA01/10/2026 12:00 WIBGeger! 45 Perusahaan Ketahuan Beli Ulasan Google Palsu
-
POLITIK01/10/2026 14:00 WIBIstana Umumkan Perombakan Besar, Ini Daftar Lengkapnya
-
POLITIK01/10/2026 19:00 WIBTiga Nama Besar Terpental dari Kabinet, Tak Dapat Jatah Baru
-
DUNIA01/10/2026 15:00 WIBMojtaba Khamenei Mulai Bersih-Bersih Militer Iran
-
NASIONAL01/10/2026 16:00 WIBMulai 5 Oktober, Duit Insentif SPPG MBG Berubah Total
-
NASIONAL01/10/2026 13:00 WIBMuzani Yakin Sekolah Rakyat Jadi Mesin Cetak SDM Unggul
-
NASIONAL02/10/2026 06:00 WIBPAN Soroti Bahaya Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset