DUNIA
Mojtaba Khamenei Mulai Bersih-Bersih Militer Iran
AKTUALITAS.ID – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, diklaim mulai menjalankan langkah besar dalam restrukturisasi militer negaranya. Melalui dekrit yang diterbitkan pada 10 Agustus lalu, Mojtaba memerintahkan integrasi antara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dengan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, dua lembaga yang selama ini memegang peran berbeda dalam sistem pertahanan Iran.
Dalam kebijakan tersebut, Mojtaba juga menunjuk Ali Abdollahi sebagai kepala staf baru dan memberinya mandat untuk menuntaskan proses integrasi komando militer yang telah lama menjadi pembahasan di kalangan elite pertahanan Iran.
Langkah itu dinilai berpotensi mengubah wajah struktur komando militer Iran secara signifikan. Selama bertahun-tahun, Staf Umum bertugas menyusun kebijakan militer, mengoordinasikan seluruh cabang angkatan bersenjata, serta mengawasi kesiapan tempur nasional.
Di sisi lain, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya berfungsi sebagai pusat komando operasional gabungan yang memimpin operasi militer berskala besar dan mengendalikan jalannya peperangan.
Melalui integrasi tersebut, perencanaan strategis dan pelaksanaan operasi militer berpotensi berada dalam satu rantai komando yang lebih terpadu dan terpusat.
Ali Abdollahi bukan figur baru dalam lingkaran militer Iran. Sejak 2025, ia telah memimpin Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dan menjadi salah satu komandan senior yang mengawasi berbagai operasi strategis negara tersebut.
Pada Mei lalu, Abdollahi bahkan dilaporkan memberikan pemaparan langsung kepada Mojtaba mengenai kesiapan Angkatan Darat Iran, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), serta elemen pertahanan lainnya di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
Pengangkatan Abdollahi sekaligus penyatuan dua struktur komando utama itu disebut-sebut dapat membalik sebagian reformasi militer yang pernah dilakukan Ali Khamenei pada 2016.
Saat itu, kepemimpinan Staf Umum dan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya sengaja dipisahkan untuk memperjelas pembagian tugas antara fungsi perencanaan strategis dan komando operasional.
Sebelum pemisahan tersebut, mantan kepala staf Hassan Firouzabadi pernah memegang kendali atas kedua institusi sekaligus. Namun reformasi yang dilakukan Ali Khamenei kemudian memisahkan kedua jabatan tersebut dengan menunjuk Mohammad Bagheri sebagai kepala Staf Umum dan Gholamali Rashid sebagai komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Selain tugas integrasi komando, Mojtaba juga memerintahkan Abdollahi meningkatkan kesiapan seluruh angkatan bersenjata Iran, termasuk pasukan Basij yang menjadi salah satu elemen penting dalam sistem pertahanan nasional.
Abdollahi diberi tugas memastikan militer Iran mampu merespons secara cepat terhadap berbagai ancaman, mulai dari ancaman militer konvensional hingga tantangan modern seperti perang kognitif dan ancaman hibrida.
Perombakan ini dinilai menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam struktur pertahanan Iran dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menandai upaya Teheran memperkuat koordinasi militer di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
NASIONAL30/09/2026 18:30 WIBRegistrasi Ulang Penerima Bansos Diperluas, Pemerintah Targetkan 48 Juta Keluarga
-
RIAU30/09/2026 19:30 WIBBantan Bersolek Sambut MTQ ke-51 Bengkalis
-
NASIONAL30/09/2026 19:00 WIBPengamat Desak Investigasi Dugaan Lifestyle Deputi Bakom
-
DUNIA30/09/2026 18:00 WIBPasar Jadi Kuburan! Hujan Bom Militer Myanmar Renggut 33 Nyawa Sipil
-
POLITIK01/10/2026 06:00 WIBTak Masalah PT 8%, Guntur Romli Sebut Jokowi Sengaja Tantang Prabowo
-
DUNIA01/10/2026 00:00 WIBTega!, Pastor di AS Bunuh Istri Demi Selingkuhan 20 Tahun
-
NASIONAL01/10/2026 09:45 WIBAklamasi! Komisi III DPR Setujui Suyudi Jadi Kapolri
-
JABODETABEK01/10/2026 06:30 WIBCatat! SIM Keliling Hadir di 5 Lokasi Kamis