DUNIA
Gertak AS! Mojtaba Khamenei Beberkan Syarat Perang Berakhir
AKTUALITAS.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase paling berbahaya. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melempar gertakan keras sekaligus menetapkan syarat mutlak untuk mengakhiri perang, Selasa (27/10/2026). Teheran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz dan menolak mentah-mentah status “tidak perang maupun damai” yang digantungkan Blok Barat.
Penegasan kontrol militer ini langsung dibuktikan di lapangan. Angkatan Laut Iran mengonfirmasi sebuah kapal tanker minyak terbakar hebat usai dihantam ranjau laut di sebelah timur Selat Hormuz. Jalur perairan vital pasokan energi dunia itu kini resmi dinyatakan steril dan tertutup rapat bagi armada asing yang melintas tanpa izin koordinasi militer Iran.
Pernyataan berani Khamenei meluncur usai pertemuan strategis dengan Sekretaris Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayjen Mohsen Rezaei, pascabicara keamanan empat pihak bersama Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Rezaei secara terbuka menyemprot Washington dan menyebut klaim jaminan keamanan AS sudah tak laku lagi di Asia Barat.
“Ketidakmampuan Washington memberikan jaminan keamanan telah menjadi nyata. Keamanan di Asia Barat harus berasal dari dalam kawasan, dan intervensi asing harus dicegah,” tegas Rezaei.
Tak main-main, Teheran juga melempar peringatan akhir: seluruh pangkalan militer dan aset AL Amerika Serikat di kawasan dipastikan bakal menjadi sasaran empuk rudal balistik jika serangan baru dihantamkan ke wilayah Iran.
Sementara di lini ekonomi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggebrak KTT Forum Negara-Negara Pengeskpor Gas (GECF) di Moskow bersama Presiden Rusia Vladimir Putin. Keduanya berikrar memperkuat aliansi raksasa produsen gas untuk meremukkan sanksi sepihak Barat yang merusak kestabilan pasar energi global.
Konflik yang berkecamuk sejak Februari lalu kini berada di titik balik. Ketika Selat Hormuz dikunci rapat dan aliansi regional dari dalam kawasan terbentuk, AS dan sekutunya terdesak memilih: penuhi syarat Teheran atau biarkan krisis energi dan militer membakar dunia. (Mun)
-
NUSANTARA29/10/2026 07:30 WIBPaman Mau Perkosa Keponakan, Lansia Penolong Malah Dihajar Hingga Tewas
-
NASIONAL29/10/2026 07:00 WIBDPR Pasang Target Ambisius untuk RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL29/10/2026 10:00 WIBDemo Bukan Perang! Koalisi Sipil Desak Pasukan TNI Ditarik dari Jalanan Jakart
-
JABODETABEK29/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Petir Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah Jakarta
-
NASIONAL29/10/2026 06:00 WIBDasco Minta Kritik Kabut Asap Dijawab dengan Penegakan Hukum
-
NASIONAL29/10/2026 11:00 WIBErna Sari Dewi: Pemuda Jangan Cuma Jadi Penonton Perubahan
-
EKBIS29/10/2026 10:30 WIBBaru Naik Dua Hari, Emas Antam Mendadak Berbalik Arah
-
NUSANTARA29/10/2026 11:30 WIBRibuan Rumah Terendam Banjir di Medan