Connect with us

EKBIS

Rupiah Dibuka Melemah di Rp17.900

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah mengawali pekan ini dengan rapor merah. Pada pembukaan perdagangan Senin (5/10/2026) pagi, mata uang Garuda langsung tertekan oleh keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah sempat dibuka anjlok cukup dalam ke level Rp17.950 per dolar AS, melemah 0,46 persen atau 82 poin dari penutupan Jumat pekan lalu di posisi Rp17.868. Pergerakan fluktuatif terus terjadi di mana rupiah bergeser ke kisaran Rp17.887 hingga Rp17.903 menjelang pukul 09.00 WIB, namun tren pelemahan masih mendominasi arah pasar.

Tertekannya rupiah berjalan beriringan dengan indeks dolar AS (DXY) yang kembali menunjukkan taringnya. Indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap keranjang enam mata uang utama dunia ini terpantau gagah menguat 0,10 persen ke posisi 102,030.

Gempuran dolar AS tak hanya memukul rupiah, tetapi juga merontokkan ketahanan mayoritas mata uang Asia. Won Korea Selatan menjadi korban dengan depresiasi terdalam di kawasan setelah anjlok 0,23 persen. Pelemahan ini disusul oleh dolar Singapura (-0,13%), baht Thailand (-0,03%), dan peso Filipina (-0,01%). Sementara itu, ringgit Malaysia tertahan datar dengan kecenderungan melemah tipis.

Meski demikian, beberapa mata uang Asia masih mampu memberikan perlawanan. Dolar Taiwan tampil mengejutkan sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah meroket 0,26 persen. Yen Jepang, yuan China, dan dolar Hong Kong juga berhasil menguat tipis di tengah tekanan.

Di blok negara maju, dominasi dolar AS menyapu bersih tanpa ampun. Seluruh mata uang utama kompak bergerak di zona merah. Franc Swiss memimpin pelemahan dengan turun 0,4 persen, disusul Euro Eropa (-0,21%), dolar Kanada (-0,11%), dolar Australia (-0,07%), dan poundsterling Inggris (-0,04%). (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version