EKBIS
Menhub Bongkar Rencana Aturan Tarif Transportasi
AKTUALITAS.ID – Era perang harga ekstrem di sektor transportasi umum tampaknya akan segera berakhir. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat ini tengah menggodok kebijakan radikal berupa penerapan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) untuk moda transportasi di luar angkutan udara, dengan fokus awal pada layanan penyeberangan.
Langkah tegas ini dirancang sebagai “rem darurat” agar para pengusaha transportasi tidak lagi mengorbankan standar keselamatan penumpang demi memenangkan persaingan bisnis yang tidak sehat.
“Saya sedang mencoba untuk melihat pemberlakuan tarif batas bawah dan tarif batas atas untuk sektor transportasi lain seperti misalnya penyeberangan. Idenya adalah jangan sampai pertimbangan bisnis itu mengorbankan keselamatan penyelenggaraan transportasi,” ungkap Dudy di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Menyadari bahwa kebijakan intervensi tarif ini mungkin tidak lazim diterapkan di banyak negara, Menhub telah menginstruksikan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub untuk segera melakukan kajian mendalam. Pemerintah ingin memastikan regulasi yang lahir nanti benar-benar aplikatif dan menjawab tantangan di lapangan.
Di saat yang sama, gebrakan Kemenhub tidak berhenti pada angkutan laut dan darat. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kini tengah mengebut revisi formulasi TBA tiket pesawat domestik. Rencana besar ini bahkan sudah mengantongi dukungan penuh dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), asosiasi maskapai (INACA), hingga asosiasi pengguna jasa (APJAPI).
Lebih dari itu, skema revisi tarif tiket pesawat ini telah dibahas di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kemenhub kini sedang membedah ulang Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 20 Tahun 2019 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 106/2019 untuk segera menerbitkan beleid baru dalam waktu dekat.
Dudy menegaskan, perumusan tarif baru ini tidak akan menggunakan kacamata kuda. Pemerintah berjanji akan sangat peka terhadap kondisi ekonomi dan psikologis masyarakat saat ini.
“Segala kebijakan kita tidak hanya melihat hitam dan putihnya. Kita ingin bagaimana setiap kebijakan yang dikeluarkan itu dipertimbangkan betul dengan matang, melihat bagaimana reaksi masyarakat terhadap harga tiket,” pungkas Dudy. (Firman/Mun)
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
DUNIA04/10/2026 15:00 WIB1.540 Milisi Houthi Tumbang Dihantam 474 Serangan Militer Yaman
-
POLITIK04/10/2026 14:00 WIBTB Hasanuddin Ingatkan Saleh Mustafa soal Rangkap Jabatan
-
NASIONAL04/10/2026 13:00 WIBGerebek Klaten! Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di Kontrakan
-
NUSANTARA04/10/2026 13:30 WIBBMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat
-
NUSANTARA04/10/2026 12:30 WIBGempa Pagi Hari Luluhlantakkan Rumah Warga di Sumba
-
POLITIK04/10/2026 09:00 WIBPKS Nilai Reshuffle Kabinet Tak Bisa Sekadar Ganti Orang
-
DUNIA04/10/2026 12:00 WIBDemo Siswa Meledak, 2.000 Orang Ditangkap di Prancis