POLITIK
PKS Nilai Reshuffle Kabinet Tak Bisa Sekadar Ganti Orang
AKTUALITAS.ID – Reshuffle kabinet ketujuh yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai perombakan kabinet tersebut harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk isu kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan.
Menurut Mardani, sejumlah hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik tidak boleh dipandang sebagai hal biasa. Ia menilai pemerintah perlu merespons situasi tersebut dengan menghadirkan perubahan nyata melalui jajaran pembantu presiden.
“Penurunan kepuasan publik yang diangkat beberapa lembaga survei tentu tidak bisa dianggap angin lalu. Mesti ada perubahan. Mesti banyak pembantu yang berani menyuarakan aspirasi rakyat,” kata Mardani, Sabtu (3/10/2026).
Selain persoalan politik dan tata kelola pemerintahan, Mardani juga menekankan pentingnya fokus terhadap sektor ekonomi yang menurutnya menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini.
Ia menyebut lapangan kerja dan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama kabinet setelah perombakan dilakukan.
“Perubahan di bidang ekonomi mendesak karena itu menjadi prioritas. Lapangan pekerjaan dan daya beli wajib menjadi prioritas,” ujarnya.
Mardani berharap wajah baru di lingkungan pemerintahan dapat menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga melihat langkah reshuffle yang dilakukan Prabowo mengandung pesan persatuan nasional.
Menurutnya, Presiden berupaya merangkul berbagai elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.
“Perubahan ini moga bisa segera memberi angin positif bagi masyarakat. Ada pesan persatuan dari Presiden dengan mengajak semua bekerja sama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa semangat persatuan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang berkembang saat ini.
“Kita perlu persatuan di masa sulit,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, reshuffle kali ini menjadi yang ketujuh dilakukan Presiden Prabowo sejak memimpin pemerintahan pada Oktober 2024. Dalam perombakan terbaru, sebanyak 18 pejabat baru dilantik untuk mengisi sejumlah posisi strategis di kabinet dan lembaga negara.
Sejumlah nama besar yang masuk dalam susunan baru kabinet antara lain Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.
Selain itu, Prabowo juga melantik sejumlah wakil menteri, pimpinan lembaga, hingga pejabat tinggi kepolisian, termasuk Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
Perombakan besar tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan. (Andrey/Mun)
-
RIAU03/10/2026 13:49 WIBKapolri Rotasi Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan Dipercaya Jadi Kabaharkam Polri
-
NASIONAL03/10/2026 15:00 WIBKuliah Umum di Akpol, Irjen Herry Heryawan: Pemimpin Polri Harus Mampu Membaca Perubahan
-
NUSANTARA03/10/2026 22:00 WIBAnak Durhaka! Ibu Kandung Tewas Dihabisi Pakai Kayu di Halaman Rumah
-
NASIONAL03/10/2026 10:00 WIBOmbudsman Pertanyakan Pembongkaran Klaster Mewah
-
NASIONAL03/10/2026 11:00 WIBMori Hanafi Minta Kemampuan Basarnas Terus Diperkuat Hadapi Operasi Ekstrem
-
POLITIK03/10/2026 16:00 WIBBahlil Pastikan Ada PAW Usai Bamsoet Masuk Wantimpres
-
POLITIK03/10/2026 11:45 WIBBawaslu Sebut Dapil Problematik Perlu Ditata Ulang Jelang Pemilu 2029
-
DUNIA03/10/2026 12:00 WIBTrump Keluarkan Ancaman Keras ke Iran