POLITIK
PDI Perjuangan Dorong Pansus Revisi UU Pemilu
AKTUALITAS.ID – PDI Perjuangan (PDIP) bermanuver mendesak DPR RI agar segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menggodok revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). PDIP secara tegas menolak pembahasan aturan main demokrasi yang dilakukan secara parsial atau terpisah antar-komisi.
Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, membeberkan deretan isu strategis kelas berat yang menanti untuk dibedah tuntas. Mulai dari perubahan ambang batas parlemen (parliamentary threshold), besaran kursi daerah pemilihan (dapil magnitude), syarat pencalonan presiden (presidential threshold), hingga wacana radikal pemisahan kembali pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).
Mengingat isu-isu krusial tersebut saling mengunci, Ganjar menilai pembentukan pansus lintas komisi adalah langkah paling logis agar pembahasan berjalan komprehensif.
“Buat PDI Perjuangan, segera bentuk Pansus agar pembahasan isu tidak parsial. Sehingga publik bisa membaca DIM (Daftar Isian Masalah),” tegas Ganjar, Jumat (2/10/2026).
Sebagai solusi jangka panjang, Ganjar menggulirkan konsep “UU Paket Politik”. Ia mengusulkan agar revisi UU Pemilu tidak berdiri sendiri, melainkan dibahas serentak dalam satu napas dengan regulasi kepemiluan lainnya.
Paket regulasi sapu jagat ini dirancang mencakup revisi UU Partai Politik; UU Pemilu DPR, DPD, dan DPRD; UU MD3 (MPR, DPR, DPD, DPRD); hingga UU Penyelenggara Pemilu. Strategi ini diklaim mampu memastikan seluruh aspek sistem politik terintegrasi tanpa ada tumpang tindih aturan hukum di kemudian hari.
Bagi PDIP, perombakan terstruktur ini adalah fondasi mutlak untuk menyongsong kompetisi politik yang lebih sehat. Ganjar menekankan bahwa desain sistem yang baru harus berorientasi pada efisiensi anggaran dan perbaikan kualitas pesta demokrasi.
“Harapan demokrasi berkualitas perlu penyelenggara berintegritas dan profesional, peserta pemilu yang membawa harapan bagi rakyat, teknis dan peralatan yang teruji, pembiayaan yang efisien, dan pemilih yang bisa memilih dengan luber jurdil,” pungkas Ganjar. (Bowo/Mun)
-
NUSANTARA02/10/2026 12:30 WIBTragis! 2 Karyawati Tewas Terjebak Kebakaran Toko Bangunan di Jogja
-
EKBIS02/10/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Merosot Lagi Hari Ini
-
RAGAM02/10/2026 19:30 WIBDenny JA Terima AMA Appreciation Award 2026, Sebagai Pemimpin Korporasi yang Berdampak
-
EKBIS02/10/2026 13:30 WIBBSU Rp900 Ribu Cair Oktober, Cek Namamu
-
NASIONAL02/10/2026 11:00 WIBKPK Buka Jalan Periksa Nusron
-
NASIONAL02/10/2026 13:00 WIBBahlil Beberkan Rahasia di Balik Kemenko Hilirisasi
-
NASIONAL02/10/2026 16:00 WIBBaru Dilantik Prabowo, Menperin Sarmuji Langsung Kena ‘Sentil’ DPR
-
OTOTEK02/10/2026 14:30 WIBFitur Baru WhatsApp Bikin Orang Tua Lebih Tenang