EKBIS
Rupiah Melemah ke Rp17.992 per US$
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali membuka perdagangan awal pekan di zona merah. Setelah sempat menguat pada penutupan pekan lalu, mata uang Garuda kini kembali berada di bawah tekanan seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.
Berdasarkan perdagangan Senin (6/7/2026), rupiah melemah sekitar 29 poin atau 0,16 persen ke kisaran Rp17.992 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.
Data pasar juga menunjukkan tekanan yang serupa. Mengacu pada Bloomberg, rupiah sempat diperdagangkan di kisaran Rp17.995 per dolar AS, sementara Refinitiv mencatat pembukaan di sekitar Rp17.970 per dolar AS atau melemah sekitar 0,12 persen. Perbedaan angka tersebut lazim terjadi karena waktu pencatatan dan sumber data yang berbeda, namun sama-sama menunjukkan arah pelemahan rupiah pada perdagangan pagi.
Pelemahan rupiah terjadi setelah sehari sebelumnya mata uang domestik sempat mencatat penguatan sekitar 0,24 persen. Namun sentimen positif tersebut tidak bertahan lama karena pelaku pasar kembali memburu dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan menguatnya Indeks Dolar AS (DXY) yang naik ke kisaran 100,9. Penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia membuat sebagian besar mata uang Asia ikut mengalami tekanan pada awal perdagangan.
Meski penguatan dolar kali ini relatif terbatas, posisi mata uang AS yang masih berada di level tinggi cukup memberikan tekanan terhadap pasar valuta asing kawasan, termasuk Indonesia.
Pelaku pasar kini juga mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat setelah pekan lalu dolar sempat melemah tajam akibat data ketenagakerjaan yang menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Namun pada awal pekan ini, dolar kembali mendapatkan momentum sehingga mendorong pelemahan sejumlah mata uang emerging markets.
Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, arah kebijakan moneter Federal Reserve, serta sentimen terhadap arus modal asing yang masuk maupun keluar dari pasar keuangan Indonesia. Dengan posisi yang kembali mendekati Rp18.000 per dolar AS, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati apakah tekanan terhadap rupiah hanya bersifat sementara atau berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. (Firman/Mun)
-
NASIONAL05/07/2026 17:00 WIBPengakuan Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Pengembalian Tak Gugurkan Pidana
-
NASIONAL05/07/2026 19:00 WIBKPK: Amplop Untuk Raja Juli Berasal dari SHU Petani Kuansing
-
POLITIK06/07/2026 07:00 WIBBocor! Isu ‘Lantai Empat’ DPR Diduga Atur Serangan ke PDIP
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
OLAHRAGA05/07/2026 16:00 WIBMeksiko Hadapi Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026, Misi Akhiri Penantian 40 Tahun
-
OTOTEK05/07/2026 18:30 WIBJaguar Obral Mobil Baru Diskon hingga Puluhan Juta Rupiah, Ini Daftar Modelnya
-
NASIONAL05/07/2026 18:00 WIBRekam Jejak Irjen Wibowo Kakorlantas Polri Baru
-
NASIONAL05/07/2026 20:00 WIBRangkap Jabatan, ICW Laporkan Pimpinan BGN ke Ombudsman