NUSANTARA
Satu per Satu Terduga Penyerang Polisi Ditangkap
AKTUALITAS.ID – Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan kembali menangkap seorang pria berinisial R yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan atas insiden yang menyebabkan tiga anggota Polres Katingan meninggal dunia ketika menjalankan tugas.
“Benar, kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga juga terlibat dalam kasus penyerangan anggota kami di Katingan,” kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Minggu (5/7/2026).
Menurut Dodik, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan R, termasuk perannya dalam rangkaian peristiwa penyerangan tersebut. Hingga kini, R masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Saat ini terduga pelaku masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan,” ujarnya.
Polisi menegaskan bahwa penangkapan tersebut belum mengakhiri penyelidikan. Tim gabungan masih memburu pihak lain yang diduga terlibat berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pengembangan di lapangan.
“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang diduga terlibat berhasil diamankan,” kata Dodik.
Sebelumnya, aparat juga telah menangkap seorang pria berinisial S alias A, yang juga diduga terkait dengan penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan. Ia diamankan di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.
Kasus ini bermula saat aparat melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang membawa senjata tajam.
Akibat insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi saat menjalankan tugas. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto, yang sebelumnya dilaporkan hilang, kemudian ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi serta peran masing-masing pihak. Polisi juga menegaskan proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan aparat penegak hukum saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Namun demikian, identitas dan tingkat keterlibatan setiap orang yang diamankan masih akan ditentukan melalui proses penyidikan dan pembuktian di pengadilan. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL05/07/2026 17:00 WIBPengakuan Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Pengembalian Tak Gugurkan Pidana
-
NASIONAL05/07/2026 19:00 WIBKPK: Amplop Untuk Raja Juli Berasal dari SHU Petani Kuansing
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
OLAHRAGA05/07/2026 16:00 WIBMeksiko Hadapi Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026, Misi Akhiri Penantian 40 Tahun
-
OTOTEK05/07/2026 18:30 WIBJaguar Obral Mobil Baru Diskon hingga Puluhan Juta Rupiah, Ini Daftar Modelnya
-
RAGAM05/07/2026 10:30 WIBNASA: RI Masuk Zona Rawan Kenaikan Air Laut
-
NASIONAL05/07/2026 18:00 WIBRekam Jejak Irjen Wibowo Kakorlantas Polri Baru
-
NASIONAL05/07/2026 10:00 WIBMenko Cak Imin Semprot Akademisi yang Mendadak Bisu di Birokrasi