NASIONAL
KPK Diminta Tetap Profesional Usut Kasus Bupati Kuansing
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH), Abdul Razak Nasution, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mengedepankan profesionalisme dalam mengusut dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby. Proses penegakan hukum dinilai harus berlandaskan alat bukti dan fakta penyidikan, bukan tekanan opini yang berkembang di ruang publik
“Jangan sampai kejujuran dan ketegasan seorang pejabat justru dijadikan bahan tuduhan tanpa bukti. Hal itu dapat merugikan dan berpotensi mengurangi semangat pejabat lain yang ingin menjaga integritas,” kata Razak dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada KPK yang telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap Suhardiman Amby bersama Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardileh pada akhir Juni lalu.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen lembaga antirasuah dalam memberantas praktik korupsi. Meski demikian, Razak berharap proses penyidikan tetap dilakukan secara objektif sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah KPK dalam mengungkap perkara ini. Pada saat yang sama kami juga menghargai sikap Menteri Raja Juli Antoni yang sejak awal menolak segala bentuk pemberian yang diduga berkaitan dengan kepentingan tertentu,” ujarnya.
Razak mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, setiap dugaan keterlibatan seseorang dalam perkara pidana harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.
“Pak Menteri sudah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai peristiwa tersebut. Masyarakat sebaiknya menunggu hasil penyidikan KPK dan tidak membangun kesimpulan sendiri,” tuturnya.
Ia menilai sikap Raja Juli yang mengembalikan amplop sebelum operasi tangkap tangan dilakukan menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan dalam melihat kronologi perkara secara utuh.
Razak juga mengajak publik mendukung proses pemberantasan korupsi tanpa menciptakan informasi yang berpotensi menyesatkan.
“Jangan biarkan informasi yang tidak berdasar mengganggu proses penegakan hukum. Mari kita dukung KPK bekerja secara profesional agar pemberantasan korupsi tetap berjalan adil dan objektif,” ucapnya.
Menurut dirinya, organisasi yang dipimpinnya akan terus mengawal proses hukum hingga perkara memperoleh kepastian hukum.
“Kami berharap semangat integritas terus dijaga. PP HIMMAH siap mengawal proses penegakan hukum agar kebenaran dapat terungkap melalui mekanisme yang sah,” kata Razak.
-
NASIONAL05/07/2026 17:00 WIBPengakuan Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Pengembalian Tak Gugurkan Pidana
-
Berita05/07/2026 06:00 WIBPKB Usul Revisi UU Pilkada Usai Rentetan OTT KPK
-
RAGAM05/07/2026 10:30 WIBNASA: RI Masuk Zona Rawan Kenaikan Air Laut
-
JABODETABEK05/07/2026 05:30 WIBHujan Ringan Diprediksi Guyur Sebagian Jakarta Hari Ini
-
NASIONAL05/07/2026 19:00 WIBKPK: Amplop Untuk Raja Juli Berasal dari SHU Petani Kuansing
-
JABODETABEK05/07/2026 09:30 WIBRumah di Bogor Terancam Akibat Tanah Ambles
-
NASIONAL05/07/2026 10:00 WIBMenko Cak Imin Semprot Akademisi yang Mendadak Bisu di Birokrasi
-
OASE05/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an dan Hadis Tegas Ingatkan Bahaya Bunuh Diri