RAGAM
Anomali Laut Sedalam 1.000 Meter Picu Kekhawatiran Global
AKTUALITAS.ID – Di saat suhu daratan dan lautan di berbagai belahan dunia terus mencetak rekor akibat pemanasan global, para ilmuwan justru menemukan fenomena yang berlawanan di Samudra Atlantik. Sebuah kawasan luas di tenggara Greenland mengalami pendinginan yang tidak lazim dan kini disebut sebagai salah satu sinyal terkuat bahwa sistem pengatur iklim Bumi sedang mengalami tekanan serius.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters. Berdasarkan analisis suhu laut selama periode 1995–2024, para peneliti menemukan bahwa penurunan suhu tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi mencapai kedalaman sekitar 1.000 meter. Hal ini menunjukkan penyebabnya bukan sekadar perubahan cuaca atau angin, melainkan melemahnya sirkulasi laut berskala global.
Pemimpin penelitian, Stefan Rahmstorf dari Institut Potsdam untuk Riset Dampak Iklim di Jerman, mengatakan bahwa data terbaru mengubah pemahaman para ilmuwan mengenai fenomena tersebut.
“Kehilangan panas di permukaan hanya menjelaskan sebagian kecil dari fenomena ini. Data membuktikan penyebab utamanya berasal dari perubahan arus laut, bukan udara,” ujarnya.
Penelitian itu mengaitkan fenomena tersebut dengan pelemahan Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), sistem arus laut yang berfungsi mendistribusikan panas dari kawasan tropis menuju Atlantik Utara sebelum air yang lebih dingin tenggelam dan kembali mengalir ke selatan.
Sistem ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim global. Ketika AMOC melemah, distribusi panas ikut berubah sehingga dapat memengaruhi suhu, pola hujan, hingga kondisi cuaca di berbagai belahan dunia.
Para ilmuwan memperkirakan dampaknya dapat berupa musim dingin yang lebih ekstrem di sebagian wilayah Eropa, kenaikan muka laut di pesisir timur Amerika Serikat, serta perubahan pola hujan di kawasan tropis yang berpotensi mengganggu sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Meski berada ribuan kilometer dari Atlantik Utara, Indonesia juga tidak sepenuhnya terlepas dari dampaknya. Sejumlah pemodelan iklim menunjukkan pelemahan AMOC dapat menggeser Zona Konvergensi Antar Tropis (Intertropical Convergence Zone/ITCZ), yaitu sabuk hujan utama di sekitar khatulistiwa.
Perubahan tersebut berpotensi membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah. Selain itu, pola curah hujan diperkirakan semakin tidak menentu sehingga dapat meningkatkan risiko kekeringan maupun gagal panen di beberapa daerah.
Perubahan sirkulasi laut global juga diperkirakan dapat memengaruhi Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF) yang berperan penting dalam distribusi suhu laut dan nutrisi bagi ekosistem perairan Indonesia.
Rahmstorf menegaskan bahwa perubahan di Atlantik bukan sekadar persoalan regional.
“Perubahan iklim di Atlantik bukan masalah lokal. Ia memicu gelombang atmosfer yang merambat ke Samudra Hindia dan Pasifik, mengubah pola angin serta hujan di wilayah kita,” jelasnya.
Para peneliti menekankan bahwa AMOC belum mengalami keruntuhan total. Namun, berbagai pengamatan menunjukkan sistem tersebut telah melemah dalam beberapa dekade terakhir. Apabila emisi gas rumah kaca tetap tinggi, sejumlah model iklim memperkirakan risiko pelemahan yang lebih serius dapat meningkat pada paruh kedua abad ini.
David Thornalley dari University College London menyebut temuan tersebut sebagai peringatan penting, bukan pertanda bahwa keruntuhan sistem sudah terjadi.
“Ini bukan berita akhir, tapi peringatan keras. Gumpalan dingin itu adalah tanda bahwa sistem pengatur iklim kita sedang tertekan berat. Masih ada kesempatan untuk mengurangi emisi dan memperlambat kerusakan ini, tetapi kita harus bertindak sekarang,” ujarnya. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK02/07/2026 19:30 WIBSurvei Citra Institute: Lagu MBG Lebih Dongkrak Citra Golkar daripada Bahlil
-
RIAU02/07/2026 16:30 WIBWabup Bagus Santoso: Polri Terus Jaga Keamanan dan Layani Masyarakat
-
FOTO02/07/2026 21:52 WIBFOTO: Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara
-
NASIONAL02/07/2026 20:30 WIBKemensos Tindak Pendamping PKH yang Terbukti Rangkap Pekerjaan
-
RAGAM02/07/2026 20:00 WIBBakal Hadir Drama Komedi Romantis yang Dibintangi Lee Min Ho
-
RIAU02/07/2026 19:00 WIBKirab Nugraha Sakanti Disambut Antusias Personel dan Ratusan Masyarakat di Riau
-
JABODETABEK02/07/2026 17:45 WIBOperasi Pemadaman Darat di TPA Jatiwaringin Terus Dioptimalkan
-
POLITIK02/07/2026 18:00 WIBDKPP Tegaskan Peran Media Massa Penting untuk Transparansi Penegakan Kode Etik Pemilu