EKBIS
Rupiah Menguat di Tengah Ancaman Dolar Perkasa
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan taringnya pada awal perdagangan Senin (29/6/2026). Setelah sempat dibayangi ancaman tembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pekan lalu, mata uang Garuda kini berhasil bangkit dan membuka perdagangan di zona hijau.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah menguat sekitar 54 poin atau 0,30 persen ke level Rp17.868 per dolar AS. Penguatan tersebut memperpanjang tren positif setelah rupiah juga berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu.
Hingga sekitar pukul 09.11 WIB, rupiah masih bertahan di kisaran Rp17.873 per dolar AS, menguat sekitar 0,27 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.922 per dolar AS.
Penguatan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar karena rupiah berhasil menjauh dari tekanan psikologis Rp18.000 per dolar AS, level yang sempat nyaris ditembus beberapa hari lalu ketika mata uang domestik menyentuh posisi terlemah di Rp17.985 per dolar AS.
Menariknya, performa rupiah juga tergolong lebih baik dibanding mayoritas mata uang Asia. Di tengah pelemahan won Korea Selatan, baht Thailand, yuan China, dolar Singapura, hingga yen Jepang terhadap dolar AS, rupiah justru mampu mempertahankan penguatan dan hanya berada di bawah ringgit Malaysia yang mencatat apresiasi terbesar di kawasan.
Meski demikian, tekanan global belum sepenuhnya hilang. Dolar AS masih bertahan di level tinggi dengan indeks dolar (DXY) berada di kisaran 101,35, didukung ekspektasi pasar bahwa ekonomi Amerika Serikat tetap kuat dan kebijakan suku bunga Federal Reserve masih akan cenderung ketat.
Optimisme terhadap ekonomi AS juga masih ditopang derasnya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI), sementara ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat investor global tetap menjadikan aset-aset berbasis dolar sebagai tempat berlindung.
Prospek gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memang sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi. Namun, kombinasi ekonomi AS yang masih solid dan ekspektasi kebijakan moneter membuat dolar tetap menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik sepanjang paruh pertama 2026.
Bagi pelaku pasar domestik, penguatan rupiah pada awal pekan menjadi sinyal positif. Namun volatilitas diperkirakan masih tinggi seiring investor menanti sejumlah data ekonomi penting pekan ini, mulai dari inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah pergerakan dolar AS dan mata uang global lainnya. (Firman/Mun)
-
NASIONAL05/10/2026 19:00 WIBAI, Algoritma dan Kreator Konten Jadi Tantangan Baru Industri Media
-
RIAU05/10/2026 18:30 WIBHUT TNI ke-81 di Bengkalis: Kapolres Tegaskan TNI-Polri Tak Boleh Retak
-
OTOTEK05/10/2026 23:00 WIBRahasia Baterai HP Awet Seharian Terbongkar
-
NUSANTARA05/10/2026 22:00 WIBSadis! Mahasiswa Tewas Dipanah dan Ditebas Geng Motor di Makassar
-
JABODETABEK06/10/2026 05:30 WIBBMKG Ramal Jakarta Basah pada Selasa
-
OASE06/10/2026 05:00 WIBSurat Pendek Ini Ternyata Setara Sepertiga Al-Qur’an
-
NASIONAL06/10/2026 06:00 WIBPeserta Marathon Gendong Anak, Olivia Tommy Dorong Stroller
-
DUNIA05/10/2026 21:00 WIBMarinir AS Diduga Bunuh dan Curi Dompet Wanita